Akurat Logo

Kemenkop Arahkan KDMP Serap Produk Kreatif dan UMKM Lokal

Esha Tri Wahyuni | 23 Oktober 2026, 15:16 WIB
Kemenkop Arahkan KDMP Serap Produk Kreatif dan UMKM Lokal
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah

AKURAT.CO Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu jalur pemasaran produk kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga hasil pertanian dan perkebunan.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan usaha koperasi.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah mengatakan, kreativitas dan inovasi menjadi faktor penting agar koperasi mampu menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya memiliki kelembagaan yang kuat, tetapi juga perlu mengembangkan usaha yang mampu menciptakan nilai ekonomi bagi anggota dan masyarakat.

Baca Juga: LPDB Kucurkan Rp750 Juta, KDMP Tamanmartani Kembangkan 6 Usaha

“Suatu bisnis bisa berjalan dan berlanjut, kuncinya adalah dari kreativitas, karena dia bisa bertahan kalau terus ada inovasi. Di Kementerian Koperasi, kami terus mendorong agar setiap kelembagaan koperasi selalu meningkatkan inovasi,” kata Farida dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Farida mengatakan, pemerintah tengah mendorong agar produk hasil kreativitas masyarakat, termasuk produk UMKM dan komoditas pertanian serta perkebunan, dapat diserap melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Skema tersebut diharapkan membuka jalur pemasaran bagi produk lokal sehingga tidak hanya bergantung pada akses pasar yang selama ini tersedia.

“Sekarang sedang dalam proses, produk-produk hasil kreativitas masyarakat di setiap desa, UMKM, hasil pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya, at least itu adalah hasil kreativitas, akan di-absorb dan di-offtake di Koperasi Desa Merah Putih. Itulah kenapa kreativitas adalah tulang punggungnya sebuah kelembagaan koperasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menempatkan koperasi sebagai salah satu penghubung antara produsen lokal dan pasar. Melalui jaringan koperasi, produk yang dihasilkan masyarakat diharapkan memiliki saluran pemasaran yang lebih luas.

Namun, realisasi peran tersebut bergantung pada pelaksanaan program, kesiapan koperasi, serta kemampuan menyerap dan menyalurkan produk secara berkelanjutan. Selain memperluas pemasaran produk lokal, Kemenkop juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan usaha koperasi.

Farida mencontohkan Koperasi Prasojo di Klaten, Jawa Tengah, yang bergerak di bidang produksi kain tenun hingga pengembangan produk fesyen. Mayoritas anggota dan pekerja koperasi tersebut merupakan perempuan.

Menurut Farida, Koperasi Prasojo menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas menjadi kegiatan usaha. Pengembangan produk berbasis potensi lokal dinilai dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.