KUR Dongkrak Produktivitas, UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Lapangan Kerja

AKURAT.CO Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kian berperan besar dalam mendorong produktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tahun 2025, penyaluran KUR sektor produksi menembus rekor 60,5%, menunjukkan pergeseran pola pembiayaan dari konsumtif ke produktif.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pengelolaan usaha kecil kian meningkat.
Baca Juga: Menteri Maman: Literasi Asuransi Kunci Perluas Pembiayaan UMKM
“Ini menunjukkan UMKM semakin matang, bukan hanya bertahan tapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Peningkatan porsi KUR untuk sektor produksi, lanjutnya, menjadi langkah strategis memperkuat fondasi ekonomi nasional. Sejak 2020, tren penyaluran KUR untuk sektor ini terus menanjak dari 57% hingga menembus 60,5% tahun ini.
Maman juga mengapresiasi peran bank penyalur dan pemerintah daerah yang mendorong UMKM naik kelas melalui pembiayaan terarah.
“Kita tidak ingin KUR berhenti di konsumsi. Harus jadi pemicu produktivitas,” kata dia.
Baca Juga: Menteri Maman Dorong UMKM Jadi Pilar Diplomasi Ekonomi Global
Dari total plafon Rp300 triliun, realisasi penyaluran KUR hingga 20 Oktober 2025 mencapai Rp218 triliun dengan 3,5 juta debitur.
Sebagian besar terserap ke sektor produksi, termasuk industri kecil, pertanian, dan perikanan. Pemerintah berharap momentum ini dapat terus dijaga.
“Kalau pola ini berlanjut, 2026 kita bisa menembus 62%, artinya UMKM kita makin kuat menghadapi tantangan global,” tutup Maman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










