Menteri Maman Kebut Klasterisasi dan Holding UMKM Penyaluran KUR
Demi Ermansyah | 26 April 2025, 20:19 WIB

AKURAT.CO Dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mendorong penerapan strategi klasterisasi dan pembentukan holding UMKM dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025.
Dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR di Nareswara Convention Hall, Jakarta, Maman menyatakan bahwa klasterisasi dan integrasi pelaku UMKM dalam rantai pasok menjadi fokus utama untuk memastikan manfaat pembiayaan lebih optimal.
“Dengan klasterisasi dan holding UMKM, kita ingin memperkuat sektor produksi. Kami berharap multiplier effect-nya bisa dirasakan secara masif di wilayah sekitar nasabah KUR,” ujar Menteri Maman dalam keterangannya, Sabtu (26/4/2025).
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Rp182,4 Miliar KUR ke 1.440 UMKM di Sulawesi Tenggara hingga Februari 2025
Selain memperkuat ekosistem UMKM, pemerintah juga memperluas akses pasar melalui business matching dan digitalisasi. Langkah ini bertujuan agar produk-produk UMKM dapat lebih kompetitif, baik di pasar domestik maupun global.
Maman juga mengingatkan lembaga penyalur untuk memperhatikan kualitas debitur dengan memperkuat pendampingan dan mendorong penerapan teknologi digital dalam proses penyaluran.
"Hngga 21 April 2025, KUR telah disalurkan sebesar Rp76,49 triliun kepada 1.352.024 debitur, dengan 59,2 persen di antaranya mengalir ke sektor produksi," paparnya.
Dalam mempercepat akselerasi kualitas penyaluran KUR, Kementerian UMKM tengah menyusun Keputusan Menteri untuk membentuk Tim Akselerasi Kualitas Penyaluran KUR yang melibatkan beberapa deputi.
Dimana tim ini akan fokus mengelola KUR berdasarkan besaran pembiayaan, dari KUR kecil hingga klaster.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








