Atlet Triatlon Andy Wibowo Beberkan Pengembangan Sepatu Lari Guna Tingkatkan Peforma

AKURAT.CO, Kualitas latihan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan atlet untuk meningkatkan performa saat bertanding. Diutarakan Atlet triatlon, Andy Wibowo menilai pengembangan perlengkapan, termasuk sepatu lari, perlu disesuaikan dengan kebutuhan latihan agar persiapan menuju kompetisi berjalan lebih optimal.
Andy menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran koleksi sepatu lari Ortuseight Running Spring 2027 di Harris Hotel & Convention Serpong, Tangerang, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan pengembangan material sepatu, khususnya foam, yang tidak hanya mengejar bobot ringan, tetapi juga kemampuan menghasilkan daya lontar atau energy return.
“Yang ingin kami maksimalkan pada seri ini adalah kemampuan foam-nya. Kami ingin memaksimalkan daya lontar atau energy return dari foam tersebut, sehingga efek pantulannya bisa benar-benar optimal,” kata Andy di Tangerang, Kamis (22/10/26).
Baca Juga: Olimpiade Paris: Perlombaan Triatlon Putra Ditunda Hingga Rabu Akibat Polusi di Sungai Seine
Menurut Andy, karakter material sepatu dapat memengaruhi respons saat kaki menapak dan mendorong tubuh ke depan. Karena itu, pengembangan sepatu untuk latihan perlu memperhatikan fungsi dan kebutuhan atlet, bukan hanya aspek bobot.
Salah satu model yang menjadi sorotan ialah Lunar 2.0. Sepatu tersebut dikembangkan sebagai Super Performance Trainer dengan pembaruan material foam dan konstruksi bagian atas atau upper.
Andy mengatakan Lunar 2.0 menggunakan dua jenis komponen foam yang juga dipakai sejumlah merek global pada produk performa tinggi mereka. Ia menilai pengembangan tersebut menjadi salah satu perubahan penting dibandingkan seri sebelumnya.
“Menurut saya, perkembangannya cukup signifikan. Pada Lunar 2.0, kami sudah berani menggunakan dua jenis komponen foam terbaik yang juga dipakai oleh merek-merek global untuk seri super mereka,” ujar Andy.
Namun, Lunar 2.0 memiliki ketebalan sol mencapai 45 milimeter. Ukuran tersebut melampaui batas maksimal 40 milimeter dalam kompetisi atletik yang menerapkan ketentuan tersebut, sehingga sepatu ini tidak dapat digunakan atlet elite pada perlombaan yang tunduk pada aturan itu.
Andy menjelaskan, Lunar 2.0 lebih diarahkan untuk mendukung latihan, sedangkan atlet dapat menggunakan sepatu khusus perlombaan atau race shoes ketika bertanding. Pemisahan fungsi tersebut diharapkan membantu atlet meningkatkan kualitas persiapan sebelum menghadapi kompetisi.
“Sepatu ini lebih ditujukan untuk meningkatkan performa saat latihan. Dengan begitu, atlet bisa memaksimalkan kualitas latihannya. Harapannya, ketika mengikuti perlombaan dengan sepatu khusus untuk balapan, performanya juga bisa meningkat,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya




