Akurat

Berkat Aksi Frederic Fugen, Jakarta Masuk Radar Atlet dan Pecinta Base Jump Dunia

Sultan Tanjung | 11 Januari 2025, 17:40 WIB
Berkat Aksi Frederic Fugen, Jakarta Masuk Radar Atlet dan Pecinta Base Jump Dunia

AKURAT.CO Atlet binaan Red Bull Blue and Silver, Frédéric Fugen membuat heboh masyarakat Jakarta.

Pasalnya ia melakukan Base Jump dari gedung tertinggi di Indonesia yang berada tepat di Jantung Kota yaitu Autograph Tower pada Rabu, (8/1).

 

 

Frédéric Fugen, atlet binaan Red Bull, adalah salah satu BASE jumper, pilot wingsuit, dan skydiver paling berbakat di dunia.

Atlet asal Prancis ini melakukan lompatan solo pertamanya pada tahun 1996 di usia 16 tahun.

Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman, Frédéric telah mencatatkan berbagai pencapaian fenomenal, termasuk lompatan dari gedung tertinggi di dunia yakni Burj Khalifa setinggi 828 meter pada 2014. 

Baca Juga: Base Entertainment Siap Garap Film Animasi Garuda Di Dadaku

BASE adalah akronim dari Building (bangunan), Antenna (menara), Span (jembatan), dan Earth (tebing atau alam) yang merupakan titik lompatan para pelaku olahraga ini.

Tidak seperti skydiving, BASE jump dilakukan dari ketinggian yang lebih rendah, sehingga memberikan waktu yang lebih singkat untuk memperhitungkan waktu membuka parasut dan mendarat.

Sementara itu Autograph Tower yang berlokasi di kawasan Thamrin dekat dengan Bundaran HI merupakan gedung tertinggi di Indonesia sekaligus belahan Bumi selatan, yakni dengan ketinggian 385 meter.

Gedung ini menjadi salah satu simbol perkembangan Jakarta sebagai megalopolis global sekaligus mempertegas posisi Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Hindari Amukan Lebah dengan Lompat ke Danau, Pria Brasil Ini Dimakan Piranha

Selain BASE jump, Frédéric juga dikenal dengan kreativitasnya menggabungkan beberapa olahraga sekaligus, seperti melakukan sky skiing — kombinasi skydiving dan ski pertama di dunia yaitu terbang bebas dari balon udara dilanjutkan ski menuruni lereng gunung La Clusaz, Prancis, pada tahun 2022.

BASE jump dikenal sebagai olahraga menantang dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, setiap aksi memerlukan pengalaman dan persiapan matang, mulai dari penghitungan kecepatan dan arah angin, analisis titik lompatan dan pendaratan, hingga koordinasi dengan tim pendukung.

Oleh karena itu, aksi Frédéric di Jakarta didukung oleh TNI AU dan tim profesional lainnya untuk memastikan aspek keselamatannya dan Frédéric Fugen juga membagikan pengalamannya kepada tim Pembinaan Potensi Dirgantara TNI AU, dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Aksi Frédéric Fugen tidak hanya tentang pencapaian pribadi tetapi juga membawa pesan penting bahwa keberanian, tekad, dan persiapan yang matang dapat membuka pintu bagi hal-hal luar biasa.

Harapannya, acara ini dapat memicu semangat generasi muda untuk menembus batas dan bersaing di tingkat global.

“Saya berharap aksi ini dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengeksplorasi potensi mereka terutama di olahraga dirgantara,” tutup Frédéric pada (8/1) silam.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.