Lirik serta Makna Lagu “Mangu” Fourtwnty dan Charita Utami, Tentang Cinta Berbeda Keyakinan

AKURAT.CO Fourtwnty secara resmi meluncurkan lagu baru mereka yang berjudul “Mangu” pada tanggal 5 Juli 2025. Dalam lagu ini, mereka berkolaborasi dengan penyanyi yang memiliki suara lembut, Charita Utami, dan menghasilkan sebuah karya yang sarat dengan nuansa reflektif dan emosional.
Lagu ini segera menjangkau hati para pendengar karena mengangkat tema cinta yang terjebak di antara keyakinan dan perbedaan tujuan hidup.
“Mangu” berasal dari bahasa Jawa yang berarti keraguan atau ketidakpastian. Pemilihan istilah ini mencerminkan esensi dari lagu tersebut, yakni tentang hubungan antara dua orang yang mulai goyah bukan karena hilangnya cinta, melainkan karena nilai-nilai dan harapan yang tidak lagi sejalan. Lagu ini menceritakan saat dua hati harus berhadapan dengan kenyataan bahwa cinta saja tidak cukup untuk bertahan.
Baca Juga: Rayakan 12 Tahun Berkarya, Fourtwnty Rilis Single 'Mangu'
Berikut lirik lengkap lagu “Mangu” – Fourtwnty feat. Charita Utami:
Suatu malam adam bercerita
Hawanya tak lagi di jalur yang sama
Bacaan dan doa yang mulai berbeda
Ego dan air mata kita bicara
Gila tak masuk logika
Termangu hatiku
Kau menggenggam kumenadahnya
Berdamai dengan apa yang terjadi
Kunci dari semua masalah ini
Jujur tak mudah untuk melangkah pergi
Ini soal hati bukan yang diyakini
Ow gila tak masuk logika
Termangu hatiku
Kau menggenggam kumenadahnya
Ow gila ini tak biasa
Tertegun hatiku
Kau menggenggam kumenadahnya
Ho oh
Jangan salahkan faham ku kini tertuju oh
Siapa yang tahu
Siapa yang mau
Kau di sana
Aku diseberangmu
Cerita kita sulit dicerna
Tak lagi sama
Cara berdoa
Cerita kita sulit diterka
Tak lagi sama
Arah kiblatnya oh
Cerita kita sulit dicerna
Tak lagi sama
Cara berdoa
Oh cerita kita sulit diterka
Tak lagi sama
Arah kiblatnya
Lagu ini menggambarkan hubungan sepasang kekasih yang masih saling menggenggam tangan, tetapi tidak lagi memandang ke arah yang sama. “Kau menggenggam, ku menadahnya” menjadi simbol dari hubungan yang tidak seimbang, menunjukkan ketegangan antara penerimaan dan keraguan.
Lagu ini ditulis oleh Ari Lesmana dan Charita Utami saat mereka menjalani residensi artistik di Bali. Mereka menyatakan bahwa proses penulisan lagu ini terjadi saat masa tenang yang penuh dengan pencarian makna cinta yang berakhir, bukan karena kebencian, tetapi karena perbedaan prinsip hidup. Proses produksinya dilakukan di studio analog dengan suasana ambient dan minimalis, yang semakin menekankan kesan intim dan reflektif.
Tanggapan dari para pendengar sangat emosional. Lagu “Mangu” menjadi viral di media sosial karena banyak orang merasa terhubung dengan isi liriknya, khususnya mereka yang pernah mengalami hubungan yang berbeda keyakinan atau prinsip.
Melalui “Mangu,” Fourtwnty dan Charita Utami ingin menyampaikan bahwa perpisahan tidak selalu berhubungan dengan hal negatif atau pengkhianatan, seringkali hal itu terjadi karena kehidupan mengharuskan kita untuk membuat pilihan yang sulit tetapi tepat. Lagu ini menjadi tempat yang aman untuk menangis, merenung, dan berdamai.
Baca Juga: Hari Ini Digelar, Big Bang Jakarta 2022 Tampilkan Kahitna Hingga Fourtwnty
Dengan lirik yang puitis dalam bentuk musik, “Mangu” bukan hanya menyenangkan untuk didengar, tetapi juga menyentuh aspek terdalam dari jiwa yang pernah meragukan, mencintai dalam perbedaan, dan akhirnya memilih untuk melepaskan dengan penuh rasa hormat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









