Akurat

Lirik serta Makna Lagu “Mangu” Fourtwnty dan Charita Utami, Tentang Cinta Berbeda Keyakinan

Eko Krisyanto | 8 Juli 2025, 11:02 WIB
Lirik serta Makna Lagu “Mangu” Fourtwnty dan Charita Utami, Tentang Cinta Berbeda Keyakinan

AKURAT.CO Fourtwnty secara resmi meluncurkan lagu baru mereka yang berjudul “Mangu” pada tanggal 5 Juli 2025. Dalam lagu ini, mereka berkolaborasi dengan penyanyi yang memiliki suara lembut, Charita Utami, dan menghasilkan sebuah karya yang sarat dengan nuansa reflektif dan emosional.

Lagu ini segera menjangkau hati para pendengar karena mengangkat tema cinta yang terjebak di antara keyakinan dan perbedaan tujuan hidup. 

“Mangu” berasal dari bahasa Jawa yang berarti keraguan atau ketidakpastian. Pemilihan istilah ini mencerminkan esensi dari lagu tersebut, yakni tentang hubungan antara dua orang yang mulai goyah bukan karena hilangnya cinta, melainkan karena nilai-nilai dan harapan yang tidak lagi sejalan. Lagu ini menceritakan saat dua hati harus berhadapan dengan kenyataan bahwa cinta saja tidak cukup untuk bertahan. 

Baca Juga: Rayakan 12 Tahun Berkarya, Fourtwnty Rilis Single 'Mangu'

Berikut lirik lengkap lagu “Mangu” – Fourtwnty feat. Charita Utami:

Suatu malam adam bercerita  

Hawanya tak lagi di jalur yang sama  

Bacaan dan doa yang mulai berbeda  

Ego dan air mata kita bicara  

Gila tak masuk logika  

Termangu hatiku  

Kau menggenggam kumenadahnya  

 

Berdamai dengan apa yang terjadi  

Kunci dari semua masalah ini  

Jujur tak mudah untuk melangkah pergi  

Ini soal hati bukan yang diyakini  

Ow gila tak masuk logika  

Termangu hatiku  

Kau menggenggam kumenadahnya  

 

Ow gila ini tak biasa  

Tertegun hatiku  

Kau menggenggam kumenadahnya  

Ho oh  

Jangan salahkan faham ku kini tertuju oh  

Siapa yang tahu  

Siapa yang mau  

Kau di sana  

Aku diseberangmu  

 

Cerita kita sulit dicerna  

Tak lagi sama  

Cara berdoa  

Cerita kita sulit diterka  

Tak lagi sama  

Arah kiblatnya oh  

Cerita kita sulit dicerna  

Tak lagi sama  

Cara berdoa  

Oh cerita kita sulit diterka  

Tak lagi sama  

Arah kiblatnya

Lagu ini menggambarkan hubungan sepasang kekasih yang masih saling menggenggam tangan, tetapi tidak lagi memandang ke arah yang sama. “Kau menggenggam, ku menadahnya” menjadi simbol dari hubungan yang tidak seimbang, menunjukkan ketegangan antara penerimaan dan keraguan. 

Lagu ini ditulis oleh Ari Lesmana dan Charita Utami saat mereka menjalani residensi artistik di Bali. Mereka menyatakan bahwa proses penulisan lagu ini terjadi saat masa tenang yang penuh dengan pencarian makna cinta yang berakhir, bukan karena kebencian, tetapi karena perbedaan prinsip hidup. Proses produksinya dilakukan di studio analog dengan suasana ambient dan minimalis, yang semakin menekankan kesan intim dan reflektif. 

Tanggapan dari para pendengar sangat emosional. Lagu “Mangu” menjadi viral di media sosial karena banyak orang merasa terhubung dengan isi liriknya, khususnya mereka yang pernah mengalami hubungan yang berbeda keyakinan atau prinsip.

Melalui “Mangu,” Fourtwnty dan Charita Utami ingin menyampaikan bahwa perpisahan tidak selalu berhubungan dengan hal negatif atau pengkhianatan, seringkali hal itu terjadi karena kehidupan mengharuskan kita untuk membuat pilihan yang sulit tetapi tepat. Lagu ini menjadi tempat yang aman untuk menangis, merenung, dan berdamai. 

Baca Juga: Hari Ini Digelar, Big Bang Jakarta 2022 Tampilkan Kahitna Hingga Fourtwnty

Dengan lirik yang puitis dalam bentuk musik, “Mangu” bukan hanya menyenangkan untuk didengar, tetapi juga menyentuh aspek terdalam dari jiwa yang pernah meragukan, mencintai dalam perbedaan, dan akhirnya memilih untuk melepaskan dengan penuh rasa hormat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R