Akurat Logo

Pemerintah Mulai Pangkas Pasokan Gas ke Singapura

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 24 Oktober 2026, 11:53 WIB
Pemerintah Mulai Pangkas Pasokan Gas ke Singapura
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Pemerintah bakal mengurangi kuota ekspor gas ke Singapura mulai hari ini, Sabtu (24/10/2026).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto menyatakan pasokan gas alam ke Singapura akan dikurangi sebesar total 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

Pengurangan pasokan tersebut berasal dari dua sumber, yakni gas dari Natuna sebesar 15 BBTUD dan gas dari Sumatera sebesar 16 BBTUD yang berasal dari Jambi Merang.

Baca Juga: Giliran Menko Bahlil Peringatkan Singapura-Malaysia, Kaji Penghentian Ekspor Gas

“Mulai besok kita kurangin gas ke Singapura dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD,” kata Djoko saat ditemui selepas agenda Subroto Award 2026, Jumat (23/10/2026) malam.

Djoko menambahkan, pengurangan pasokan gas tersebut hanya ditujukan kepada Singapura dan tidak ada negara lain yang terdampak.

“Enggak ada (selain Singapura). Pipanya ke Singapura aja,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans), Bahlil Lahadalia bakal mengevaluasi kontrak negara-negara yang melakukan ekspor gas dari Indonesia.

Bahlil mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan terhadap negara yang tidak kooperatif dan tidak menghargai Tanah Air.

Baca Juga: Mantan Mendag SBY-Jokowi Tuding Singapura Biang Kerok IHSG Terperosok

“Terkait dengan ketahanan energi kita, saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara,” kata Bahlil dalam acara peresmian pengaliran gas perdana dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 yang disiarkan langsung di Youtube Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026).

Bahlil menambahkan, bahwa dirinya bakal memutus atau tidak memberikan izin ekspor gas dari dalam negeri ke negara tersebut.

“Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.