Akurat Logo

Wamen Yuliot Sebut DIM RUU Migas Sudah di Meja Menko Bahlil

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 22 Oktober 2026, 18:27 WIB
Wamen Yuliot Sebut DIM RUU Migas Sudah di Meja Menko Bahlil
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung. -Akurat.co/ Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Pemerintah tengah merampungkan daftar inventarisasi masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), dan saat ini sudah berada di tangan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans), Bahlil Lahadalia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, sejumlah kementerian dan lembaga telah ditugaskan untuk menyusun DIM, dengan Menteri ESDM sebagai koordinator.

“Itu kan ketuanya itu adalah Menteri ESDM, dan itu ada beberapa kementerian, ya ada Kementerian Investasi, ada Kementerian Hukum, dan Sekretariat Negara untuk menyiapkan DIM (RUU Migas),” kata Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Sebut DIM RUU Migas Hampir Rampung, Progres Capai 80 Persen

Ia menjelaskan, penyusunan DIM melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Investasi, Kementerian Hukum, serta Sekretariat Negara.

Menurut Yuliot, pembahasan DIM telah dilakukan dan hasilnya sudah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. “Jadi, ini sudah dilakukan pembahasan untuk DIM, dan juga ini sudah disampaikan ke Pak Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Dan itu kita segera untuk menyelesaikan ini proses DIM itu untuk disampaikan ke DPR,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah skema perpajakan masuk dalam evaluasi DIM tersebut, Yuliot menyebut pemerintah mengusulkan kemudahan dan insentif bagi badan usaha untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Menurutnya, skema perpajakan menjadi salah satu aspek yang diarahkan untuk mendukung iklim investasi di sektor tersebut. Meski demikian, ia tidak merinci bentuk maupun besaran insentif yang diusulkan dalam RUU Migas.

“Jadi, skema perpajakan, ini kan kita lebih cenderung memberikan kemudahan dan juga ini di RUU usulan dari Pemerintah ada insentif bagi badan usaha untuk ini bagaimana daya tarik investasi kita di bidang hulu migas,” tutur Yuliot.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyampaikan, Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) bakal segera rampung.

Bahlil mengatakan, sampai dengan saat ini perumusan DIM RUU tersebut sudah berada diangka 80%. “RUU Migas hari ini sudah hampir final dalam pertemuan dengan panitia yang melakukan ini di eksekutif. DIM-nya juga sudah hampir selesai, sudah sekitar 80%–90%,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.