Giliran Menko Bahlil Peringatkan Singapura-Malaysia, Kaji Penghentian Ekspor Gas

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans), Bahlil Lahadalia bakal mengevaluasi kontrak negara-negara yang melakukan ekspor gas dari Indonesia.
Bahlil mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan terhadap negara yang tida kooperatif dan tidak menghargai Tanah Air.
“Terkait dengan ketahanan energi kita, saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara,” kata Bahlil dalam acara peresmian pengaliran gas perdana dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 yang disiarkan langsung di Youtube Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Picu Karhutla, 3 Pemasok APP Group Masuk Daftar Penerima Peringatan dari NEA Singapura
Bahlil menambahkan, bahwa dirinya bakal memutus atau tidak memberikan izin ekspor gas dari dalam negeri ke negara tersebut. “Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” tambahnya.
Bahlil menilai hubungan kerja sama antarnegara harus dibangun melalui komunikasi dan penghormatan timbal balik, bukan hanya ketika salah satu pihak sedang membutuhkan pasokan.
Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya menyelesaikan persoalan antarnegara melalui dialog yang baik. Menurutnya, Indonesia tidak ingin kepentingan nasional dan kedaulatan negara diabaikan dalam hubungan kerja sama internasional.
“Jadi kita harus mempunyai prinsip kedaulatan negara kita adalah sesuatu yang sah dan kemerdekaan kita direbut dengan perjuangan panjang,” tutur Bahlil.
Singapura dan Malaysia cukup vokal usai kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pemerintah Singapura misalnya, mengirimkan surat peringatan ke sejumlah perusahaan terkait karhutla di Indonesia. Lalu Politisi Malaysia seperti Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mendesak ASEAN bersikap tegas, bahkan sempat mengusulkan isolasi/ostracism jika karhutla terus berulang.
Tambahan informasi, kontrak ekspor gas ke Singapura sedianya berakhir pada 2023, namun Menteri ESDM kala itu, Arifin Tasrip menyebutkan pemerintah akan diperpanjang hingga 5 tahun ke depan sampai 2028. SKK Migas mencatat Indonesia pada 2023 lalu telah memperpanjang kontrak ekspor gas ke Singapura, tepatnya ke Gas Supply Pte Ltd (GSPL), hingga 2028.
Jumlah ekspor gas RI ke GSPL Singapura ini tercatat sebesar 160 BBUTD (billion british thermal unit per day) pada 2023. Kemudian, tahun 2024-2028 sebesar 180 BBUTD. Kebutuhan gas Singapura semula dipasok dari Blok Corridor, Sumatra Selatan, yang belakangan disebut akan direlokasi dari Natuna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata









