Akurat Logo

Pemerintah Kejar Realisasi Proyek Transisi Energi dari Dana JETP Senilai USD20 Miliar

Esha Tri Wahyuni | 29 September 2026, 22:30 WIB
Pemerintah Kejar Realisasi Proyek Transisi Energi dari Dana JETP Senilai USD20 Miliar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

AKURAT.CO Pemerintah mendorong percepatan realisasi proyek transisi energi di Indonesia setelah tersedia potensi pembiayaan lebih dari USD20 miliar melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Tantangannya kini bukan hanya mencari pendanaan, tetapi memastikan proyek yang telah memiliki pembiayaan dan kesiapan dapat segera masuk tahap implementasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, dana lebih dari USD20 miliar tersebut disiapkan khusus untuk Indonesia.

Baca Juga: Dari Kebun Pangan hingga Biogas, Begini Cara Perempuan di Sekitar PLTS Cirata Disiapkan Hadapi Transisi Energi

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan peluang pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau.

“Dananya yang disiapkan lebih dari USD20 miliar hanya untuk Indonesia. Jadi, tinggal Indonesia bagaimana memanfaatkan ini dengan baik,” kata Airlangga dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Selain JETP, Airlangga menyebut terdapat dukungan pendanaan melalui skema Japan-ASEAN Zero Emission Commission sebesar US$500 juta. Pemerintah juga telah memiliki sejumlah proyek yang masuk dalam pipeline transisi energi.

Namun, ketersediaan dana dan daftar proyek tersebut perlu segera diterjemahkan menjadi proyek yang berjalan. Airlangga mengatakan sejumlah proyek telah memiliki pembiayaan sekaligus kesiapan, sehingga tahap berikutnya adalah memastikan seluruh komponen tersebut dapat direalisasikan.

“Financing-nya siap, proyeknya siap, tinggal bagaimana ini bisa diklikkan supaya Indonesia bisa memanfaatkan yang US$20 miliar,” ujarnya.

Menurut Airlangga, kebutuhan pembiayaan transisi energi tidak berhenti pada pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Pengembangan sektor tersebut juga membutuhkan investasi pada jaringan transmisi, sistem penyimpanan energi, industri pendukung, hingga rantai pasok energi terbarukan.

Baca Juga: Kebut Transisi Energi, Pertamina Bangun 100 Green Energy Station per Tahun

Karena itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta untuk memperluas sumber pembiayaan ekonomi hijau. Instrumen seperti green bond dan green financing dapat digunakan sebagai alternatif pendanaan selain dukungan pembiayaan dari kerja sama internasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.