Tanaman Hias dan Potensi Rp40 Triliun yang Belum Digarap Maksimal

AKURAT.CO Selama ini tanaman hias lebih banyak dikenal sebagai bagian dari hobi dan gaya hidup. Namun, di balik aktivitas tersebut terdapat potensi ekonomi yang jauh lebih besar.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat perdagangan tanaman hias Indonesia telah mencapai triliunan rupiah. Bahkan, pasar domestiknya diperkirakan berada pada kisaran Rp20 triliun hingga Rp40 triliun.
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding mengatakan potensi tersebut membuat industri florikultura layak dipandang sebagai salah satu sektor yang dapat mendorong ekonomi hijau Indonesia.
Baca Juga: Abdul Kadir Karding: Profil, Biodata, dan Perjalanan Karier Kepala Barantin yang Baru Dilantik
Berdasarkan data aplikasi sistem pengukuran ekspor-impor BestTrust milik Barantin, total nilai perdagangan ekspor-impor tanaman hias pada periode 2025-2026 mencapai Rp4,42 triliun.
Khusus sepanjang Januari 2026 hingga minggu kedua September 2026, nilainya telah mencapai Rp3,51 triliun.
Angka perdagangan tersebut baru menggambarkan aktivitas ekspor-impor. Di dalam negeri, nilai bisnis tanaman hias diperkirakan jauh lebih besar.
Karding menyebut perdagangan tanaman hias domestik berada pada kisaran Rp20 triliun hingga Rp40 triliun. Menurut dia, potensi tersebut belum dikelola secara optimal.
"Ini masih dikelola secara alami, belum di-manage, belum di-treatment secara sungguh-sungguh, potensi ekonominya seperti ini," kata Karding dalam rangkaian Floriculture Indonesia International (FLOII) 2026.
Menurut Karding, besarnya pasar tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadikan aktivitas budidaya dan perdagangan tanaman hias sebagai kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Baca Juga: Ekonomi Digital Jadi Katalis Pertumbuhan Industri Baterai, IBC Soroti Potensi Lonjakan BESS
Ia tidak ingin tanaman hias hanya dilihat dari sisi hobi. Industri florikultura, menurut dia, juga memiliki kaitan dengan penciptaan lapangan kerja, inovasi, industri kreatif, hingga pengembangan ekonomi hijau.
"Sektor florikultura harus dipandang secara luas sebagai pilar penting dalam pengembangan ekonomi hijau, inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan industri kreatif di tanah air," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel
- 10Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati






