Akurat Logo

PLN EPI dan Danantara Siapkan Model Pengelolaan Sampah Terpadu di Bandung, Jadi Sumber Energi Sekunder

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 17 September 2026, 08:33 WIB
PLN EPI dan Danantara Siapkan Model Pengelolaan Sampah Terpadu di Bandung, Jadi Sumber Energi Sekunder
PLN EPI dan mitra menkaji model pengelolaan sampah terpadu di Bandung

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pertamina Power Indonesia (PNRE), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menandatangani Komitmen Bersama Pengembangan Decentralized Waste Management (DWM).

Penandatanganan ini menjadi langkah awal pengembangan sistem pengelolaan sampah terdesentralisasi di Kota Bandung melalui koordinasi, penjajakan, pengkajian, dan penilaian potensi DWM.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan, DWM memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas pemanfaatan sumber energi berbasis limbah.

Baca Juga: PLN EPI Siapkan Jaringan LNG untuk Gantikan BBM di Pembangkit Nusa Tenggara

PLN EPI selama ini telah mengembangkan rantai pasok biomassa untuk mendukung substitusi sebagian bahan bakar fosil pada pembangkit melalui program cofiring.

“Di PLN EPI, kita melakukan substitusi bahan-bahan fosil menjadi bahan-bahan berbasis hayati untuk kelangsungan energi kita melalui cofiring,” kata Hokkop dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Hokkop menyebut PLN telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa dalam satu tahun terakhir. Sekitar 99% biomassa tersebut berasal dari limbah agro.

Sementara itu, potensi limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 80 juta ton per tahun, menunjukkan masih besarnya peluang pemanfaatan limbah menjadi sumber energi maupun produk bernilai tambah.

“Dari semua yang kita paparkan, kita baru deploy 2,5 juta ton. Ternyata potensi limbah agro kita bisa menyentuh 80 juta ton per tahun,” ujarnya.

Pengembangan ekosistem biomassa tersebut juga melibatkan pelaku usaha di berbagai daerah. Saat ini, PLN EPI memiliki sekitar 180 kontrak aktif dalam rantai pasok biomassa, dengan sekitar 60% di antaranya melibatkan pelaku usaha muda.

Keterlibatan berbagai pelaku tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem energi berbasis sumber daya lokal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.