Cara Melakukan Self Reward yang Dibenarkan dalam Agama Islam
AKURAT.CO Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan, mencapai target, atau melewati masa yang penuh tekanan, seseorang biasanya ingin memberikan penghargaan kepada dirinya sendiri. Kebiasaan tersebut belakangan dikenal dengan istilah self reward.
Self reward dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari menikmati makanan kesukaan, membeli barang yang sudah lama diinginkan, bepergian, menonton film, hingga mengambil waktu untuk beristirahat dari rutinitas.
Dalam kehidupan modern, memberikan penghargaan kepada diri sendiri sering dianggap sebagai cara untuk menjaga motivasi. Namun, bagi seorang Muslim, muncul pertanyaan lain: bagaimana melakukan self reward agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam?
Al-Qur'an memang tidak menggunakan istilah self reward. Meski demikian, terdapat sejumlah prinsip yang dapat menjadi pedoman agar seseorang tidak keliru dalam memberikan penghargaan kepada dirinya.
Baca Juga: Okultasi dalam Al-Qur'an, Fenomena Langit yang Sedang Trending di Indonesia
Pertama, pastikan self reward berasal dari sesuatu yang halal.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 168 agar manusia memakan sesuatu yang halal dan baik. Prinsip halal tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga dapat menjadi pertimbangan dalam memperoleh dan menikmati berbagai bentuk kesenangan.
Karena itu, hadiah untuk diri sendiri sebaiknya berasal dari harta yang diperoleh melalui cara yang halal. Jangan sampai keinginan memanjakan diri justru dilakukan dengan menggunakan sesuatu yang dilarang agama.
Kedua, jangan menjadikan self reward sebagai alasan untuk berlebihan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31 agar manusia makan dan minum, tetapi tidak berlebih-lebihan.
Ayat tersebut memberikan prinsip penting dalam menikmati sesuatu. Seorang Muslim diperbolehkan menikmati rezeki yang diberikan Allah, tetapi tetap perlu mempertimbangkan batas kewajaran.
Misalnya, setelah menerima penghasilan, seseorang ingin membeli barang yang disukai. Hal itu tidak otomatis menjadi persoalan selama dilakukan sesuai kemampuan dan tidak mengganggu kebutuhan yang lebih penting.
Ketiga, sesuaikan self reward dengan kemampuan finansial.
Self reward tidak harus mahal. Jika seseorang memiliki kondisi keuangan terbatas, memberikan penghargaan kepada diri sendiri dapat dilakukan dengan cara sederhana.
Menikmati makanan rumahan, berjalan-jalan di ruang terbuka, membaca buku, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga bisa menjadi bentuk self reward tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
Prinsip ini juga berkaitan dengan larangan melakukan pemborosan sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Isra ayat 26-27.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 5ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 6Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor
- 9Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla
- 10Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler




