Akurat Logo

RI-Jerman Luncurkan InCircular di Jatim Untuk Genjot Pengelolaan Sampah

Yosi Winosa | 16 September 2026, 19:22 WIB
RI-Jerman Luncurkan InCircular di Jatim Untuk Genjot Pengelolaan Sampah
Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman

AKURAT.CO Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Federal Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH mengukuhkan komitmen bersama lima kota/kabupaten di Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat daerah.

5 kota/kabupaten yang menyampaikan komitmennya adalah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menerjemahkan visi nasional ekonomi sirkular ke dalam aksi lokal, di bawah Proyek InCircular.

Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman yang diimplementasikan oleh GIZ Indonesia & ASEAN atas mandat Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), guna mendukung implementasi Rencana Aksi dan Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia 2025-2045.

Baca Juga: MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

Membangun ekonomi sirkular membutuhkan visi dan aksi bersama. Pemerintah daerah berperan penting dalam menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan, sistem, layanan, dan inovasi yang sesuai dengan konteks daerah.

"Ekonomi sirkular tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga bagaimana sumber daya digunakan secara lebih efisien, produk dan material dipertahankan nilainya selama mungkin, serta peluang ekonomi baru dapat diciptakan melalui kolaborasi lintas sektor," ungkap Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Melalui semangat “Dari Daerah, Menuju Ekonomi Sirkular Indonesia”, setiap kota/kabupaten percontohan akan memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi tantangan, menguji pendekatan, membangun kemitraan, serta menghasilkan pembelajaran yang dapat memperkuat implementasi ekonomi sirkular.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, akademisi, serta organisasi masyarakat untuk mengubah tantangan menjadi peluang dalam menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Terpilihnya Jawa Timur sebagai wilayah kerja Proyek InCircular merupakan bentuk kepercayaan dan peluang strategis untuk memperkuat transformasi menuju pembangunan yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya, rendah limbah dan berkelanjutan.

"Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang," ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Permasalahan sampah merupakan tantangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan membutuhkan solusi yang sistemik serta kolaboratif. Kemitraan yang kuat menjadi fondasi untuk mendorong perubahan nyata dan menghadirkan solusi berdampak panjang.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia & ASEAN kembali menegaskan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia. Dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Jerman dan Indonesia yang telah berlangsung selama 50 tahun, dengan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor prioritas dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Jerman telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung solusi pengelolaan sampah, salah satunya di Provinsi Jawa Timur. Sepanjang kerja sama tersebut, kami melihat komitmen tinggi dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, maupun di kota/kabupaten.

"Proyek InCircular dikembangkan dari kebutuhan untuk memperkuat implementasi Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia. Karena itu, kami menyambut baik lima kota/kabupaten yang hari ini menyatukan langkah mereka untuk terlibat di Proyek InCircular sebagai wilayah percontohan," ujar Director Urban Development Cluster, GIZ Indonesia & ASEAN Thomas Foerch.

Sampah plastik menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dalam Laporan Kinerja KLHK, plastik menyumbang sekitar 19 persen dari komposisi sampah nasional pada 2023.

Sementara itu, SIPSN 2024 mencatat timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 4,34 juta ton per tahun. Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan sekaligus peluang untuk memperkuat pendekatan pengelolaan sumber daya dari hulu ke hilir.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengelolaan sampah melalui penerapan regulasi Extended Producer Responsibility (EPR). Dalam implementasinya, pemerintah daerah berperan penting dan strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mempersiapkan penerapan EPR di wilayah masing–masing.

“Ke depannya, dukungan teknis Proyek InCircular di lima kota/kabupaten percontohan ini akan berfokus pada penguatan kapasitas sistem pengelolaan sampah untuk mempersiapkan implementasi EPR,” imbuh Thomas.

Proyek InCircular yang telah diluncurkan pada November 2025 ini fokus pada penguatan kerangka regulasi, peningkatan kapasitas, memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta peningkatan sistem pengelolaan sampah di provinsi dan kota/kabupaten terpilih.

Kolaborasi teknis yang akan berlangsung hingga 2029 ini mendorong terciptanya kebijakan berbasis bukti yang memperkuat ketahanan ekonomi dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.