BP Perluas Investasi Migas di RI, Kini Kuasai 11 Blok

AKURAT.CO BP bersama para mitranya menandatangani tiga Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) baru di Indonesia, sehingga total partisipasi bp di blok minyak dan gas di Indonesia menjadi 11 blok.
Dua dari tiga PSC baru tersebut mencakup blok eksplorasi Bintuni dan Drawa, yang berlokasi dekat dengan Tangguh LNG, fasilitas yang dioperasikan bp di Papua Barat, sehingga membuka potensi pengembangan dalam jangka waktu yang lebih singkat.
Selain itu, BP juga berpartisipasi di blok Barong di Jawa Timur, yang dioperasikan oleh INPEX.
Baca Juga: Harga BBM Melonjak Imbas Konflik Iran, Libur Memorial Day AS Terancam Jadi Musim Perjalanan Termahal
Perjanjian ini merupakan bagian dari Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Perjanjian tersebut ditandatangani hari ini oleh bp dan Pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh SKK Migas, serta disaksikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
EVP gas & low carbon energy bp, William Lin mengatakan, perjanjian ini mencerminkan komitmen jangka panjang bp untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami telah memiliki aset kelas dunia di Indonesia. Jika eksplorasi ini berhasil, kedekatan dua blok baru ini dengan fasilitas kami yang sudah ada akan mendukung pengembangan dan produksi sumber daya dari kedua blok tersebut di masa mendatang,” kata William dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
William menambahkan tahun ini menjadi penanda 60 tahun kehadiran BP di Indonesia yang dijalani melalui dedikasi tim regional serta fokus berkelanjutan pada keselamatan dan kinerja operasional.
“Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan para mitra untuk mendukung ketahanan energi dan tujuan pembangunan Indonesia ke depan,” tambahnya.
Kontrak Bagi Hasil tersebut ditandatangani pada acara Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition 2026.
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan Impor BBM, Subsidi EV Berbasis Nikel Dinilai Jadi Kunci Kedaulatan Energi
Mitra bp di blok Bintuni dan Drawa terdiri dari CNOOC Southeast Asia Limited, MI Berau B.V. (perusahaan patungan antara INPEX CORPORATION dan Mitsubishi Corporation) serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi, Inc. (bagian dari LNG Japan Corporation).
Setelah penandatanganan perjanjian tersebut, bp menjadi mitra dengan kepemilikan 49% di blok Barong bersama INPEX CORPORATION, yang bertindak sebagai operator dengan kepemilikan 51%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri







