CBDK Bidik Pra-Penjualan Rp563 Miliar, Genjot Monetisasi CBD PIK2

AKURAT.CO PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan marketing sales sebesar Rp563 miliar pada 2026.
Target ini tumbuh sekitar 31 persen secara tahunan, seiring langkah perseroan mempercepat monetisasi kawasan CBD PIK2 sebagai pusat bisnis baru.
Di tengah dinamika pasar properti, CBDK mengusung strategi yang selektif dan adaptif.
Penjualan masih akan didominasi kaveling tanah komersial, didukung produk residensial serta komersial lainnya.
Arah ini mencerminkan keyakinan perseroan bahwa permintaan terbesar datang dari pelaku usaha dan investor yang ingin mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2.
Terlebih, kawasan tersebut terus berkembang dengan aktivitas ekonomi yang kian meningkat.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyatakan target tersebut sejalan dengan upaya memperkuat posisi CBD PIK2 sebagai simpul bisnis baru.
“Target marketing sales 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan, minat pelaku usaha mulai menunjukkan pemulihan, khususnya dalam mengamankan lahan untuk ekspansi jangka panjang.
Baca Juga: Warga Kota Daejeon Bernafas Lega, Serigala Lepas Berhasil Ditangkap setelah 9 Hari Berkeliaran
“Kami melihat adanya pemulihan appetite pelaku usaha untuk masuk ke lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan bisnis mereka,” katanya.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, CBDK terus memperkuat ekosistem kawasan.
Salah satunya melalui operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang menjadi salah satu fasilitas MICE terbesar di Indonesia.
“Kami mendorong agar kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat terselenggara di NICE PIK2,” lanjut Steven.
Selain itu, perseroan juga tengah menyiapkan Hotel Hilton PIK2 yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.
Kehadiran dua proyek ini diharapkan menjadi sumber pendapatan berulang (recurring income) bagi perusahaan.
“Ke depan, NICE dan Hilton PIK2 akan menjadi kontributor penting terhadap pendapatan tahunan CBDK,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan infrastruktur dan fasilitas tersebut akan semakin meningkatkan daya tarik kawasan PIK2 sebagai destinasi bisnis terpadu, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Optimisme perseroan juga didukung oleh land bank konsolidasian seluas sekitar 702 hektare hingga akhir 2025.
Cadangan lahan ini memberikan ruang ekspansi yang besar bagi pengembangan kawasan bisnis terintegrasi di masa depan.
Baca Juga: Jawab Polemik 'Passportgate', Menpora Erick Thohir dan Menkum Supratman Tegaskan Aturan 1 Paspor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









