Memasuki Ramadan, Pemerintah Pastikan Harga Pangan Jambi Terkendali

AKURAT.CO Pemerintah memperketat pengawasan harga dan pasokan pangan di awal Ramadan 1447 Hijriah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stabilitas harga dan ketersediaan komoditas strategis di Provinsi Jambi tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dapat terpenuhi secara aman dan terkendali.
Penguatan pengawasan dilakukan bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melalui pemantauan langsung di Pasar Induk Angso Duo, Kota Jambi.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan mayoritas komoditas strategis berada dalam rentang harga yang stabil, bahkan sebagian sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Harga Cabai di Tangerang Turun Jelang Ramadan, Bapanas Pastikan Pasokan Aman
“Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas komoditas strategis terpantau stabil dan berada di bawah maupun sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Rinna dalam keterangan yang di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Secara rinci, harga beras premium tercatat di kisaran Rp14.750–15.000 per kilogram, sementara beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di level Rp12.000 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, bawang merah dijual Rp34.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras berada pada kisaran Rp25.000–27.000 per kilogram, gula Rp17.000–17.500 per kilogram, serta minyak goreng rakyat Minyakita Rp15.500–15.700 per liter.
Di sektor protein hewani, daging ayam ras diperdagangkan sekitar Rp40.000 per kilogram. Daging sapi berada pada rentang Rp120.000–150.000 per kilogram, sedangkan daging kerbau impor tercatat Rp108.000 per kilogram.
Baca Juga: Bapanas Siapkan Rp11,92 Triliun Untuk Bansos Beras dan Minyak Goreng, Tunjuk Bulog Sebagai Penyalur
Untuk komoditas cabai, cabai merah keriting berkisar Rp34.000–38.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah berada di level Rp85.000–90.000 per kilogram di tingkat distributor dan sekitar Rp94.000 per kilogram di tingkat pengecer.
“Fluktuasi harga masih terbatas pada beberapa komoditas yang dipengaruhi faktor pasokan antarwilayah,” kata Rinna.
Rinna menegaskan pengawasan akan terus diperkuat sepanjang Ramadan, termasuk terhadap potensi temuan harga yang melampaui HET. Pemerintah juga mengintensifkan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar guna menjaga keterjangkauan harga hingga Idul Fitri.
“Mudah-mudahan pemerintah mampu untuk menstabilkan harga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang. Jadi tujuannya memang menjamin agar harga tetap stabil di pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, memastikan kondisi harga pangan di wilayahnya relatif normal dan terkendali. Pemerintah daerah, kata dia, akan sigap apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
“Secara umum harga-harga komoditi di sini masih relatif normal dan stabil. Mudah-mudahan seterusnya begitu. Andai ada lonjakan, pemerintah daerah tidak akan tutup mata dan akan mencari cara mengendalikan harga,” tegasnya.
Menurut Abdullah, sinergi pengawasan terpadu di Jambi menjadi bagian dari orkestrasi nasional pengendalian pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yang secara historis rawan tekanan permintaan dan spekulasi harga.
Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas agar momentum Ramadan tidak diikuti gejolak inflasi pangan di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









