Akurat

Pakistan Bombardir Kabul dan Kandahar, Menteri Pertahanan Nyatakan “Perang Terbuka” dengan Afghanistan

Fitra Iskandar | 27 Februari 2026, 13:33 WIB
Pakistan Bombardir Kabul dan Kandahar, Menteri Pertahanan Nyatakan “Perang Terbuka” dengan Afghanistan
Petugas keamanan Taliban memeriksa sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di Kabul, Afghanistan, pada 26 Februari 2026 [Samiullah Popal/EPA]

AKURAT.CO Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke ibu kota Afghanistan, Kabul, serta sejumlah kota lain pada Jumat dini hari. Serangan ini terjadi setelah pasukan Afghanistan lebih dulu menyerang posisi militer Pakistan di sepanjang perbatasan kedua negara. Pemerintah Pakistan menyatakan kesabarannya telah habis dan menegaskan konflik kini memasuki fase “perang terbuka”.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan negaranya tidak lagi akan menahan diri terhadap otoritas Taliban di Afghanistan.

Serangan Udara Dini Hari

Koresponden Al Jazeera di Kabul melaporkan serangan udara pertama menghantam Kabul sekitar pukul 01.50 waktu setempat, disusul serangan kedua tak lama kemudian. Sistem pertahanan udara Afghanistan dilaporkan menembakkan senjata anti-pesawat setelah gelombang pertama dan terus membalas tembakan pada serangan berikutnya.

Sumber pemerintah Afghanistan mengonfirmasi adanya serangan udara di Kabul. Selain itu, jet tempur Pakistan juga menyerang sebuah pangkalan militer di Provinsi Kandahar, Afghanistan selatan.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengklaim 133 pejuang Taliban Afghanistan tewas dalam serangan tersebut. Ia menyebut posisi Taliban di Kabul, Kandahar, dan Paktia menjadi target. Menurutnya, sembilan posisi berhasil direbut dan 27 lainnya dihancurkan, sementara operasi militer masih berlangsung.

Afghanistan Lakukan Serangan Balasan

Juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid menyatakan pihaknya melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Pakistan di Kandahar dan Helmand.

Sumber militer Afghanistan mengklaim 10 tentara Pakistan tewas dan 13 pos perbatasan berhasil direbut dalam serangan sebelumnya. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi militer Pakistan di wilayah perbatasan pada Minggu lalu.

Pakistan sebelumnya menyatakan sedikitnya 70 pejuang tewas dalam operasi tersebut. Namun, Afghanistan membantah klaim itu dan menyebut korban yang jatuh adalah warga sipil.

Ketegangan Meningkat

Kantor Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan seluruh rakyat mendukung angkatan bersenjata negara itu. Pemerintah menegaskan tidak akan menunjukkan kelonggaran dalam menjaga keamanan dan kedaulatan nasional.

Hubungan Pakistan dan Afghanistan, yang berbagi perbatasan sepanjang 2.611 kilometer, memburuk sejak bentrokan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi.

Islamabad menuduh Kabul membiarkan kelompok bersenjata seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan. Tuduhan ini dibantah Kabul.

Khawaja Asif bahkan menuding Taliban Afghanistan bertindak sebagai “proksi India”. Ia menegaskan Pakistan telah berupaya menyelesaikan ketegangan melalui jalur diplomatik, namun tidak membuahkan hasil.

India, rival utama Pakistan, mengecam serangan Islamabad ke Afghanistan dan menyebutnya sebagai upaya mengalihkan masalah internal.

Halaman:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.