AKURAT.CO Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah pesisir.
Hingga saat ini, proyek tersebut tercatat telah menyerap 17.550 tenaga kerja yang tersebar di 65 lokasi pembangunan.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan setiap lokasi pembangunan KNMP rata-rata melibatkan sekitar 270 tenaga kerja. Jumlah tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga operasional kampung nelayan.
“Tenaga kerja yang terserap tidak hanya pekerja bangunan, tetapi juga nelayan setempat serta tenaga operasional yang akan mengelola fasilitas kampung nelayan,” ujar Latif dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Menurut Latif, angka penyerapan tenaga kerja tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan berjalannya pengelolaan fasilitas penunjang perikanan yang dibangun di kawasan KNMP.
Aktivitas logistik, distribusi hasil tangkapan, serta layanan pendukung hulu dan hilir diperkirakan akan membuka lapangan kerja baru di wilayah pesisir.
Dirinya menegaskan, penciptaan lapangan kerja melalui program KNMP merupakan bagian dari mandat Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Astacita.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Peningkatan tenaga kerja ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan,” kata Latif.
Lebih lanjut, Latif menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik.
Program ini juga mengusung pendekatan sosial yang bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir secara inklusif.
KNMP dirancang sebagai model pengembangan kawasan nelayan terpadu yang tidak hanya memperbaiki kualitas permukiman, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi perikanan.
Dengan pendekatan tersebut, nelayan diharapkan memiliki akses yang lebih baik terhadap sarana produksi, distribusi, dan pemasaran hasil tangkapan.
Pemerintah memastikan setiap Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi dengan infrastruktur dasar, seperti dermaga, jalan lingkungan, sistem drainase, serta penerangan listrik.
Fasilitas ini dinilai penting untuk menunjang aktivitas nelayan sehari-hari sekaligus meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja.
Selain infrastruktur dasar, kawasan KNMP juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung ekonomi, antara lain cold storage atau gudang pendingin, pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, hingga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok perikanan nasional. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, nelayan tidak lagi bergantung pada pihak perantara dalam penyimpanan dan distribusi hasil tangkapan.
Hal ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan serta membuka peluang usaha baru di kawasan pesisir.
Pada tahap pertama, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan di 65 titik yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Pemerintah selanjutnya akan melanjutkan pembangunan tahap kedua di 35 lokasi tambahan.
Secara jangka panjang, KKP menargetkan pembangunan KNMP diperluas hingga mencapai 1.000 lokasi sampai dengan tahun 2029.
Melalui program ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi pesisir dapat meningkat secara berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat nelayan semakin membaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










