Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Pesisir Selatan

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan longsor pada ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Upaya ini dilakukan dengan membersihkan material tanah dan batuan yang menutupi badan jalan serta saluran drainase agar akses dapat kembali normal.
Menteri PU, Dody Hanggodo memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Kementerian PU Usulkan Penanganan Jalur Lintas Utara Flores, Kebutuhan Dana Rp5,2 Triliun
Setelah akses kembali terbuka, pembersihan terhadap lumpur dan material yang masih tersisa terus dilanjutkan agar infrastruktur dapat kembali dalam kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“InsyaAllah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat,” kata Dody, Sabtu (17/10/2027).
Hingga Kamis (15/10/2026), sejumlah titik longsor yang ditangani melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) ini telah kembali fungsional dengan dua jalur, sementara beberapa titik lainnya masih diberlakukan sistem buka tutup satu jalur.
Untuk mendukung percepatan penanganan, BPJN Sumbar mengerahkan sembilan unit alat berat dan kendaraan operasional, yang terdiri dari empat unit excavator, satu unit excavator mini, dua unit wheel loader, satu unit motor grader, serta lima unit dump truck. Peralatan tersebut ditempatkan sesuai kebutuhan penanganan di sejumlah titik terdampak.
Pekerjaan pun dilakukan secara bertahap. Di KM 228+100, pembersihan sisa tanah longsor terus dilakukan dan material diangkut ke lokasi pembuangan dengan menggunakan 1 unit Excavator dan dump truck 3 unit.
Baca Juga: Banjir Bandang Solok, Kementerian PU Pasang EWS di 3 Titik dan Siapkan Sabo Dam
Sementara itu, di KM 228+400, pembersihan telah diselesaikan pada dua dari tiga titik longsoran. Satu titik lainnya memerlukan penanganan khusus karena terdapat batu berukuran besar.
Pembersihan material juga dilakukan di KM 230+050, sedangkan pembersihan saluran dari material longsor di KM 231+200 telah selesai dilaksanakan.
=====
Berdasarkan kondisi per 15 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, sejumlah titik telah kembali fungsional untuk dua jalur, yaitu KM 229+700, KM 229+900, KM 230+400, KM 231+200, KM 231+800, dan KM 232+800. Adapun KM 228+100 dan KM 228+400 telah fungsional dengan sistem buka-tutup satu jalur, sedangkan KM 230+050 masih fungsional satu jalur.
8.000 Liter Air Bersih Penuhi Kebutuhan Warga
Selain pemulihan akses, Kementerian PU juga turut menangani krisis air bersih akibat banjir dan longsor.
Pasalnya, bencana tersebut turut menyebabkan jaringan perpipaan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pesisir Selatan terputus, sehingga mengganggu pelayanan air bersih bagi masyarakat pelanggan.
Di tengah kondisi tersebut, Kementerian PU terus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi melalui dukungan distribusi air tangki selama masa penanganan darurat.
Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Kementerian PU mengirim Sebanyak 2 Mobil Tangki Air (MTA) dikerahkan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, sebanyak 8.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di tiga nagari, yaitu Nagari Ranah Sungai Gambir, Nagari Limau Puruik, dan Nagari Talang Balirik.
Selain itu, Tim Tanggap Darurat juga turut diterjunkan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Sementara perbaikan jaringan perpipaan telah mulai dilakukan dan terus diupayakan agar dapat diselesaikan secepatnya sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







