Donasi Kementan Tembus Rp75,85 M, Amran Tekankan Solidaritas Bangsa

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, kembali menegaskan peran strategis kementeriannya bukan hanya pada urusan pangan, tetapi juga pada penguatan solidaritas sosial.
Hal itu tampak dalam gerakan donasi nasional yang digelar di Aula Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa, yang berhasil mengumpulkan dana hingga Rp75,85 miliar untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung terbuka dan disiarkan secara realtime, melibatkan pegawai Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga mitra usaha di sektor pertanian.
Baca Juga: Beras Medium Aman dan Surplus, Kementan: Impor Hanya untuk Kebutuhan Khusus dan Industri
Hanya dalam waktu sekitar satu jam, ajakan Mentan disambut antusias oleh para peserta hingga mencapai nilai donasi yang melampaui ekspektasi.
Meski nominal bantuan yang terkumpul cukup besar, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh donasi diberikan secara sukarela. Tidak ada dorongan atau tekanan yang menyertai aksi tersebut, melainkan murni berasal dari kepedulian dan rasa kemanusiaan.
Hal itu terlihat dari beragamnya nilai sumbangan yang masuk. Sejumlah pegawai memberikan donasi mulai dari Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, hingga Rp250.000. Bagi Amran, setiap angka mencerminkan ketulusan dan komitmen bersama membantu sesama.
“Berapa pun kami terima. Ini semua niat baik kita semua untuk membantu rakyat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Mentan juga menekankan bahwa solidaritas sosial bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari nilai moral yang harus dijaga oleh bangsa Indonesia.
Dirinya menilai setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, adalah bentuk harapan bagi para penyintas bencana.
“Kementan peduli,” kata Amran, mengajak masyarakat untuk terus mengulurkan tangan dengan tulus.
Baca Juga: Mentan Amran Yakin Serapan Anggaran Kementan 2025 Tembus 93 Persen
Dalam kesempatan itu, ia menyebut bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera sebagai ujian kemanusiaan yang seharusnya membangkitkan empati.
Seruan “Merah Putih memanggil!” disampaikan Amran sebagai penegasan bahwa aksi sosial merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anak bangsa.
Selain itu, Amran menyoroti pentingnya budaya berbagi, terutama bagi para pelaku usaha di sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan bisnis semestinya berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial kepada kelompok rentan.
“Kalau bisnisnya mau maju, rajin memberi, apalagi kepada fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang sedang terkena bencana,” tuturnya.
Gerakan donasi ini juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong di lingkungan Kementan. Para mitra usaha yang hadir menunjukkan partisipasi aktif, menandakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat melahirkan dampak sosial nyata.
Antusiasme para peserta bahkan membuat Mentan Amran sempat berkelakar, menunjukkan suasana hangat yang menyelimuti acara tersebut.
Meski penuh canda, ia kembali menegaskan bahwa esensi kegiatan bukanlah jumlah nominal, melainkan kesediaan membantu tanpa melihat latar belakang.
Dengan terkumpulnya dana donasi mencapai puluhan miliar rupiah, Kementan menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam aksi-aksi kemanusiaan.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa sektor pertanian memiliki kekuatan besar dalam mendorong solidaritas nasional, terutama pada saat bangsa menghadapi situasi darurat.
Donasi tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada para korban terdampak bencana melalui mekanisme resmi yang melibatkan pemangku kepentingan terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








