Akurat

Duet Raksasa Properti: Agung Sedayu–Salim Group Mantapkan Dominasi Lewat PANI

Oktaviani | 5 November 2025, 19:00 WIB
Duet Raksasa Properti: Agung Sedayu–Salim Group Mantapkan Dominasi Lewat PANI

AKURAT.CO Di balik kinerja gemilang PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), ada dua raksasa bisnis Indonesia yang bekerja bahu-membahu yakni Agung Sedayu Group (ASG) dan Salim Group (SG).

Sinergi keduanya bukan cuma memperkuat modal, tapi juga membawa strategi pembangunan jangka panjang yang menjadikan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan ikonik baru di Indonesia.

Kerja sama dua grup ini dimulai pada 2021, ketika PT Multi Artha Pratama (MAP), perusahaan afiliasi yang disokong ASG dan SG mengambil alih 80 persen saham PANI.

Sejak saat itu, arah bisnis PANI berubah total: dari perusahaan manufaktur kaleng menjadi pengembang kawasan terpadu dengan nilai aset mencapai Rp49,5 triliun.

Transformasi itu membuahkan hasil luar biasa. Hingga kuartal III 2025, PANI mencatat pendapatan Rp3,1 triliun, naik 48 persen dibanding tahun lalu, dan laba bersih Rp791 miliar, melonjak 62 persen (yoy), kinerja tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

“Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sejak PANI berdiri dan mencerminkan kepercayaan pasar yang terus tumbuh,” kata Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma.

Namun, di balik angka-angka itu, kekuatan utama PANI justru terletak pada fondasi yang kokoh. ASG dan SG membawa filosofi bisnis berbeda yang saling melengkapi.

Baca Juga: Kunci Jawaban Seni Budaya Kelas 8 Halaman 55: Memahami Alat Musik Tradisional

ASG dikenal agresif dalam inovasi dan kualitas proyek, sementara SG memiliki rekam jejak panjang dalam efisiensi dan ketahanan bisnis lintas sektor, mulai dari pangan, ritel, hingga infrastruktur.

“Dengan total cadangan lahan seluas 1.855 hektar yang dikelola melalui 12 entitas anak, PANI memanfaatkan kekuatan portofolio tersebut untuk menghadirkan proyek-proyek bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Sugianto.

Sinergi itu juga terlihat lewat proyek Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) di kawasan PIK2.

Proyek ini digarap oleh PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PANI yang berhasil meraih dana IPO Rp2,3 triliun pada Januari 2025.

NICE akan menjadi pusat konvensi terbesar di Indonesia dengan kapasitas hingga 104.000 orang dan mulai beroperasi sebagian pada Agustus 2025.

Tak berhenti di sana, PANI juga menjalankan serangkaian aksi korporasi seperti PMTHMETD III dan rencana Right Issue III, yang bertujuan memperkuat modal anak usaha dan mempercepat pengembangan proyek-proyek komersial unggulan di PIK2.

Kombinasi perencanaan matang, modal besar, dan reputasi dua grup besar ini membuat pasar semakin percaya diri terhadap prospek PANI.

Investor menilai, sinergi ASG–SG menciptakan keseimbangan antara agresivitas ekspansi dan kehati-hatian finansial, resep yang langka di sektor properti.

“PANI akan terus berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan kawasan terpadu di PIK2 yang memiliki potensi ekonomi tinggi,” ujar Sugianto menegaskan komitmen perusahaan.

Dengan dukungan dua konglomerasi besar di belakangnya, PANI kini bukan sekadar pengembang kawasan elit.

Ia telah menjadi simbol sinergi bisnis nasional, bukti bahwa kolaborasi strategis bisa melahirkan kekuatan ekonomi baru di tanah air.

Baca Juga: 6 Alternatif Pemanis Alami Pengganti Gula, Sehat dan Aman untuk Tubuh

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.