Pemerintah Siapkan Regulasi Baru Tekan Peredaran Rokok Ilegal

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru guna mengantisipasi dan mengendalikan maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) legal.
Seperti yang diketahui, IHT legal selama ini berkontribusi besar terhadap penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga: Industri Halal RI Kian Kuat, Kemenperin Dorong Sertifikasi Halal dan Inovasi Generasi Muda
“Ada rencana untuk membuat peraturan baru (terkait peredaran rokok ilegal). Sedang disiapkan konsepnya,” kata Faisol saat ditemuinya di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Faisol menambahkan, regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam menekan peredaran rokok ilegal yang semakin masif di masyarakat.
“Yang penting pengendalian terhadap rokok ilegal bisa dilakukan,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal, khususnya di platform perdagangan daring (marketplace).
Dirinya menyebut, per 1 Oktober mendatang, perusahaan teknologi seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli tidak lagi boleh memperjualbelikan rokok ilegal melalui platform mereka.
“Tadinya minta mulai 1 Oktober, tapi saya bilang secepatnya,” kata Purbaya dalam konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Baca Juga: Kemenperin: Produk Halal Jadi Tren Global, Tak Lagi Terbatas Negara Muslim
Menurut Purbaya, komitmen ini merupakan langkah awal untuk menutup akses rokok ilegal di ranah digital.
Dirinya mengakui penjualan produk tersebut dinilai merugikan negara karena mengurangi penerimaan cukai dan berpotensi merusak kesehatan masyarakat.
Pemerintah juga berencana melakukan pemantauan secara berkala terhadap aktivitas perdagangan daring. Bila terbukti ada pelanggaran, perusahaan marketplace akan diminta bertanggung jawab.
“Kami ingin memastikan platform digital menjadi ruang dagang yang sehat dan sesuai aturan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








