Statistik Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya statistik dalam mendukung pengambilan keputusan pembangunan.
Menurutnya, data statistik merupakan instrumen vital yang tidak hanya menjadi dasar perencanaan, tetapi juga penentu strategi pembangunan yang tepat sasaran.
“Statistik adalah matanya para pengambil kebijakan, telinganya para pengambil strategi pembangunan,” ujar Rachmat di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Bappenas Susun Peta Jalan Produktivitas Menuju Indonesia Emas 2045
Dirinya mengungkapkan, dalam sidang bersama Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, serta sektor jasa keuangan, Bappenas dinilai sudah memiliki perencanaan yang baik.
Namun, menurutnya, perencanaan yang baik tidak cukup tanpa implementasi yang konsisten.
“Perencanaan yang baik harus dilaksanakan dengan baik. Dan dilaksanakan dengan baik pun tidak cukup, hasilnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat sebagai penerima manfaat,” tegas Rachmat.
Dirinya mencontohkan pembangunan rumah yang tidak bisa hanya dihitung dari jumlah unit yang selesai dibangun. Menurutnya, kualitas dan kenyamanan penghuni juga menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.
“Perasaan satu orang dengan yang lain berbeda, dan itu yang harus kita ukur,” ujarnya.
Rachmat menilai, metodologi statistik yang tepat dapat membantu pemerintah mengukur aspek-aspek nonfisik dari pembangunan, termasuk kepuasan dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) agar tidak sekadar mencatat angka, tetapi juga mampu menganalisis dampak nyata dari setiap kebijakan.
Baca Juga: Bappenas Tegaskan Komitmen Bangun Masyarakat Inklusif Difabel
“Bappenas meminta BPS untuk tidak hanya mencatat, tetapi juga mengukur. Tidak hanya mengukur, tetapi juga melihat dampaknya terhadap kehidupan masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data ini menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas pada 2045. Ia optimistis, dengan tata kelola statistik yang baik dan berlandaskan asas kemanusiaan, pembangunan Indonesia akan semakin inklusif.
“Kalau cara bekerja seperti ini bisa kita laksanakan, insya Allah 20 tahun mendatang Indonesia Emas dapat terwujud. Dan semua itu harus dimulai dengan statistik yang benar, yang baik, dan berlandaskan pada kemanusiaan,” kata Rachmat.
Rachmat juga berharap BPS terus berperan sebagai garda terdepan dalam penyediaan data nasional yang kredibel. Pasalnya, kualitas perencanaan pembangunan sangat bergantung pada akurasi dan keandalan data.
“Data yang kuat akan menjadi pondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat, sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tutup Rachmat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







