Harga Pangan Hari Ini, Ikan Tongkol dan Telur Ayam Ras Turun

AKURAT.CO Harga bahan pokok di pasar nasional terus mengalami perubahan dinamis yang berdampak pada kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data pada Badan Pangan Nasional, Jumat (27/12/2024), beberapa komoditas menunjukkan kenaikan, sementara yang lainnya mengalami penurunan harga. Perubahan ini menjadi perhatian utama, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak.
Beras premium mencatat kenaikan tipis sebesar 0,13% atau Rp20, sehingga harga per kilogramnya menjadi Rp15.450. Berbeda dengan itu, harga beras medium justru mengalami penurunan sebesar 0,30% atau Rp40, dengan harga saat ini Rp13.430 per kilogram. Perbedaan tren ini menunjukkan adanya pergerakan pasar yang dipengaruhi oleh kualitas dan permintaan konsumen.
Di sisi lain, harga kedelai biji kering impor turun sebesar 0,67% atau Rp70, menjadi Rp10.410 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah juga menurun 0,34% atau Rp140, dengan harga per kilogramnya saat ini Rp41.030. Tren serupa terjadi pada bawang putih bonggol, yang turun 0,42% atau Rp180 menjadi Rp42.690 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini, Beras Premium Turun Tipis ke Rp15.350 per Kg
Komoditas cabai menunjukkan variasi harga yang menarik. Cabai merah keriting mengalami kenaikan kecil sebesar 0,02% atau Rp10, menjadi Rp43.510 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit merah melonjak signifikan sebesar 5,47% atau Rp2.890, sehingga harganya mencapai Rp55.770 per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit merah mencerminkan tingginya permintaan atau keterbatasan pasokan di pasar.
Untuk komoditas daging, daging sapi murni mencatat kenaikan sebesar 0,90% atau Rp1.220, menjadi Rp136.030 per kilogram. Di sisi lain, harga daging ayam ras justru turun 0,48% atau Rp180, menjadi Rp37.640 per kilogram. Penurunan harga ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen.
Telur ayam ras juga menunjukkan penurunan harga yang signifikan sebesar 2,90% atau Rp910, sehingga harga per kilogramnya menjadi Rp30.490. Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mengandalkan telur sebagai sumber protein utama.
Harga minyak goreng menunjukkan tren penurunan. Minyak goreng kemasan sederhana turun 0,37% atau Rp70, menjadi Rp18.830 per liter, sementara minyak goreng curah turun 0,97% atau Rp170, menjadi Rp17.420 per liter. Tren ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Jagung di tingkat peternak mengalami kenaikan sebesar 2,28% atau Rp140, dengan harga saat ini Rp6.270 per kilogram. Garam halus beryodium juga naik 1,25% atau Rp140, menjadi Rp11.340 per kilogram. Kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi sektor peternakan dan industri makanan.
Harga ikan kembung melonjak 7,21% atau Rp2.640, menjadi Rp39.250 per kilogram, sementara ikan tongkol turun 3,93% atau Rp1.310, dengan harga saat ini Rp32.010 per kilogram. Ikan bandeng juga menunjukkan penurunan sebesar 2,94% atau Rp1.000, menjadi Rp33.000 per kilogram. Penurunan harga ikan menjadi angin segar bagi konsumen yang mencari sumber protein alternatif.
Komoditas tepung terigu menunjukkan penurunan harga. Tepung terigu curah turun 3,07% atau Rp310, menjadi Rp9.800 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan (non-curah) turun 0,39% atau Rp50, menjadi Rp12.930 per kilogram. Tren penurunan ini dapat mendorong stabilitas harga produk olahan berbasis terigu.
Harga gula konsumsi dan beras SPHP tetap stabil masing-masing di Rp18.010 per kilogram dan Rp12.430 per kilogram. Stabilitas ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga harga kebutuhan pokok tertentu tetap terkendali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










