Mendag: Penurunan Impor November Seiring Kontraksi PMI

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan penurunan impor Indonesia pada September 2024 tercatat sebesar USD18,82 miliar atau turun 8,91% dibandingkan Agustus 2024 seiring dengan indikator Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia yang terkontraksi pada periode sama.
"Penurunan impor seiring dengan indikator Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia periode September 2024 yang masih berada di zona kontraktif sebesar 49,2," ujar Zulkifli dikutip Sabtu (19/10/2024).
Pelemahan impor September 2024 terjadi baik pada sektor nonmigas sebesar 9,55% maupun sektor migas sebesar 4,53% dari bulan sebelumnya.
Baca Juga: Singgung Kontraksi PMI, Jokowi: Cari Betul Penyebab Utamanya dan Segera Antisipasi
Pada September 2024, seluruh impor golongan penggunaan barang turun. Impor bahan baku/penolong turun paling dalam, yaitu sebesar 9,69%, diikuti barang modal yang tercatat turun sebesar 7,15% dan barang konsumsi yang turun 6,37%.
Secara kumulatif, pada periode Januari-September 2024, total impor Indonesia tercatat sebesar USD170,87 miliar. Nilai ini naik 3,86% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini terutama didorong naiknya impor non migas sebesar 3,87% dan migas sebesar 3,80% secara tahunan.
Beberapa produk impor non migas dengan kontraksi terdalam secara bulanan pada September 2024 ini, antara lain, bahan bakar mineral yang turun 43,98%, logam mulia dan perhiasan/permata 23,10%, bahan kimia organik 22,77%, barang dari besi dan baja 21,31%, serta ampas dan sisa industri makanan 19,14%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









