Resklilling Lulusan SMA-SMK, Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dibuka

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, pentingnya program reskilling dan upskilling bagi angkatan kerja muda, khususnya lulusan SMA dan SMK.
Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah transformasi industri dan digitalisasi ekonomi.
Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas SDM melalui Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang dirancang untuk memperpendek jarak antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng Markija Perkuat Vokasi untuk SDM yang Lebih Kompeten
Dengan jumlah lulusan SMA dan SMK mencapai jutaan orang setiap tahun, program ini menjadi strategi kunci menuju visi Indonesia Emas 2045.
Data Angkatan Kerja SMA-SMK: Tantangan dan Peluang
Airlangga memaparkan bahwa lulusan SMA dan SMK memegang porsi besar dalam struktur angkatan kerja nasional. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah lulusan SMA dan SMK pada 2024–2025 mencapai 3,28 juta orang.
Secara keseluruhan, dari total 148 juta angkatan kerja Indonesia, sekitar 20% atau 31,05 juta orang merupakan lulusan SMA, sedangkan 14 persen atau 20,8 juta orang adalah lulusan SMK.
“Ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Emas di tahun 2045 nanti,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Besarnya populasi lulusan SMA-SMK ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Tanpa keterampilan tambahan dan sertifikasi kompetensi, akses ke sektor formal berisiko semakin terbatas.
Mulai April 2026 Untuk 37 Jurusan
Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan Pelatihan Vokasi Nasional yang dijadwalkan mulai April 2026.
Program tahap pertama telah dibuka dengan 37 kelompok pelatihan atau kejuruan, meliputi Teknologi informasi dan komunikasi, Bisnis dan manajemen, Pariwisata, Fesyen, Otomotif, Kelistrikan, Mekanisasi pertanian, Konstruksi.
Model pembelajaran dirancang fleksibel, tersedia dalam format daring, luring, dan hibrida, serta didampingi mentor bersertifikasi. Skema ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, khususnya di sektor berbasis teknologi dan manufaktur modern.
Fasilitas Peserta: Uang Transport hingga Sertifikat BNSP
Pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas untuk mendukung partisipasi peserta.
Setiap peserta akan memperoleh Makan siang selama pelatihan, Uang transport Rp20.000 per hari, Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Modul pelatihan resmi, Sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah utama karena diakui secara nasional dan dapat meningkatkan peluang kerja di sektor formal maupun industri berbasis standar keterampilan.
“Semoga para pelajar SMA dan SMK bisa mengikuti program yang memperpendek jarak antara pendidikan dengan lapangan kerja ini,” kata Airlangga.
Cara Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026
Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional dapat diakses melalui laman resmi Kemnaker di skilhub.kemenaker.go.id.
Bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin meningkatkan skill dan memperoleh sertifikat kompetensi resmi, program ini menjadi momentum strategis menjelang 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









