Bappenas Dorong Pengembangan Pekerjaan Hijau Di Indonesia, Apa Itu?

AKURAT.CO - Isu ekonomi hijau yang marak belakangan ini dibicarakan turut direspon pemerintah Indonesia melalui Kemeterian PPN/Bappenas.
Pelaksanaan ekonomi hijau tentunya tak lepas dari adanya pekerjaan-pekerjaan yang ramah lingkungan.
Sebagai langkah awal Bappenas didukung proyek kerja sama Indonesia–Jerman, Innovation and Investment for Inclusive Sustainable Economic Development (ISED) menyelenggarakan Indonesia’s Green Jobs Conference untuk mempromosikan pentingnya mencetak SDM berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mendukung pencapaian TPB/SDGs.
Sebagai langkah awal, pekerjaan hijau akan dimulai dari bidang energi baru terbarukan yang diharapkan sebagai transisi Indonesia menggunakan energi yang ramah lingkungan tersebut.
Menurut International Labour Organizaton, penerapan kebijakan yang tepat untuk mempromosikan pekerjaan ramah lingkungan dapat menciptakan 24 juta pekerjaan pada 2030, serta dampak kebutuhan profil keterampilan dan kualifikasi serta kerangka pelatihan baru untuk memenuhi permintaan pekerjaan hijau tersebut.
Baca Juga: Kapasitas PLTS Naik 267 Persen, Pertamina NRE Genjot Energi Hijau Induk Usaha
“Konferensi hari ini salah satu langkah konkret dalam implementasi pengembangan green jobs di Indonesia,” tutur Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Maliki.
Ia juga menegaskan Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memimpin dan terus mengawal perjalanan promosi pekerjaan hijau ini.
“Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan langkah-langkah konkret untuk menghadapi tantangan ini dengan menerapkan ekonomi hijau melalui kebijakan transformasi ekonomi dan dalam RPJMN 2020-2024. Kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, merupakan tulang punggung dalam proses transisi menuju ekonomi hijau,” jelas Maliki.
Jerman secara proaktif mengembangkan kebijakan lingkungan untuk menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Kerja sama Indonesia dan Jerman terus bergulir terutama dalam mendukung Indonesia 2045 dan mencapai target emisi rendah karbon pada 2060 atau bahkan lebih cepat lagi.
Baca Juga: FEB UI Sebut Indonesia Gagal Menjadi Negara Maju 2045, Sultan: Kita Butuh Transformer Ekonomi
"Hari ini merupakan salah satu realisasi dimana kerja sama selama ini membuahkan hasil terutama dalam pengembangan pekerjaan hijau.
"Pengalaman Jerman dalam konteks ‘menghijaukan’ SDM dapat dijadikan salah satu acuan yang memperkaya transformasi SDM di Indonesia untuk bergerak ke arah ‘hijau’,” ujar Pimpinan Kerja Sama GIZ untuk Indonesia dan ASEAN Thomas Foerch.
Adapun pekerjaan hijau yang dimaksud beberapa di antaranya adalah Inspektor Bidang Pertanian dan Tanaman Organik di bidang Pertanian, Green Building Specialist di bidang Konstruksi, dan Green Productivity Master Specialist di bidang Manufaktur.
Pengembangan pekerjaan hijau di Indonesia melalui proyek ISED diimplementasikan dengan kolaborasi lintas sektor, dengan menyusun definisi pekerjaan hijau dalam konteks lokal, dua Peta Okupasi, Peta Jalan Pengembangan SDM yang Mendukung Pekerjaan Hijau, serta kebijakan yang menjadi pedoman implementasikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 8Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






