Akurat Logo

Bakom RI Buka Pintu Kritik, Syahganda Ungkap Pesan Prabowo

Moehamad Dheny Permana | 23 Oktober 2026, 18:56 WIB
Bakom RI Buka Pintu Kritik, Syahganda Ungkap Pesan Prabowo
Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan, memberikan keterangan usai mengikuti prosesi sertijab di Jakarta, Selasa (6/10/2026). - Foto: Bakom RI

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung, termasuk dari berbagai daerah.

“Bapak Presiden minta saya untuk menerima masukan. Nah, di sinilah saya butuh bersahabat dengan Bapak-Ibu sampai ke daerah-daerah untuk mendengar,” kata Syahganda, Jumat (23/10/2026).

Di hadapan para pelaku industri media dari berbagai daerah di Indonesia, Syahganda menekankan pentingnya peran media lokal dalam membantu pemerintah memahami persoalan di lapangan.

Menurutnya, kedekatan media lokal dengan masyarakat membuat mereka lebih cepat mengetahui berbagai persoalan di daerah.

Informasi tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk merespons dan menentukan langkah penanganan secara tepat.

“Nah itu (media) daerah yang bisa lebih tahu apa yang terjadi di Riau, Kalimantan, Sumatera Selatan tentang kebakaran, tentang isu lain-lain itu tempat media lokal. Karena kalau lebih cepat kita tahu, tentu kita lebih cepat melakukan satu reaksi,” ujarnya.

Syahganda menambahkan, Bakom RI terbuka untuk menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai jenis media, mulai dari televisi, media cetak, media daring, hingga media sosial.

Ia menegaskan, sebagai lembaga pemerintah yang menjalankan amanat masyarakat, Bakom RI berupaya membangun hubungan terbuka dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri media di daerah.

Menurut Syahganda, komunikasi pemerintahan harus berlangsung dua arah.

Pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan hasil kerjanya, tetapi juga perlu mendengarkan aspirasi masyarakat serta memahami persoalan yang mereka hadapi.

Ia menilai komunikasi yang efektif diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai kinerja pemerintah.

Sebab, hasil kerja pemerintah tidak selalu sejalan dengan persepsi masyarakat apabila informasi yang disampaikan tidak menjangkau publik secara luas.

“Antara hasil survei kepuasan itu ada yang disebut persepsi dengan apa yang kita kerjakan dengan keras itu, itu bisa tidak terjadi kalau tidak ada komunikasi yang baik,” kata Syahganda.

Baca Juga: Menteri LH Gandeng MUI, Taubat Ekologis Jadi Gerakan Bersama, Perusak Lingkungan Terancam Sanksi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.