Vietjet dan Satair Perkuat Rantai Pasok Penerbangan, Ini 6 Fokus Kerjanya

AKURAT.CO Vietjet dan Satair, perusahaan bagian dari Airbus Services, menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat rantai pasok penerbangan, pengelolaan material, dan layanan sepanjang siklus hidup pesawat.
Kesepakatan yang diumumkan dalam Vietnam–Denmark Business Forum di Kopenhagen ini mencakup enam bidang kolaborasi, mulai dari optimalisasi pengadaan komponen, pengembangan dukungan logistik di Bandara Internasional Long Thanh, hingga integrasi data digital untuk perawatan armada.
Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung ekspansi armada dan jaringan internasional Vietjet sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Bagi penumpang Indonesia, penguatan infrastruktur teknis ini juga relevan dengan konektivitas Vietjet yang melayani penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City.
Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tersebut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Vietnam, H.E. To Lam, Raja Denmark Frederik X, serta pejabat senior dari kedua negara.
Kerja sama ini menghubungkan kemampuan global Satair dalam penyediaan material dan layanan penerbangan dengan kebutuhan Vietjet yang terus berkembang. Selain mendukung pertumbuhan maskapai, kolaborasi tersebut diharapkan turut memperkuat kapabilitas rantai pasok industri penerbangan Vietnam.
Enam Fokus Kerja Sama Vietjet dan Satair
Vietjet dan Satair akan membentuk Kelompok Kerja Bersama atau Joint Working Group untuk mengevaluasi dan mengembangkan kolaborasi dalam enam bidang utama.
1. Memperluas Integrated Material Services (IMS)
Kedua perusahaan akan mengoptimalkan program Integrated Material Services (IMS) yang telah berjalan untuk mendukung armada Airbus Vietjet. Fokusnya mencakup ketersediaan material, pengadaan, perencanaan kebutuhan, dan penempatan inventaris agar sesuai dengan pertumbuhan armada serta perluasan jaringan internasional maskapai.
Pengelolaan material yang lebih terencana diharapkan membantu maskapai menjaga ketersediaan komponen yang diperlukan untuk perawatan pesawat.
2. Mengembangkan dukungan material di Bandara Internasional Long Thanh
Vietjet dan Satair akan menjajaki penyediaan solusi konsinyasi, dukungan material, serta logistik penerbangan di Bandara Internasional Long Thanh.
Pengembangan ini berkaitan dengan rencana penguatan infrastruktur operasional Vietjet. Ketersediaan material dan dukungan logistik di lokasi strategis dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional ketika aktivitas penerbangan dan perawatan berkembang.
3. Mengoptimalkan siklus hidup pesawat dan ekonomi sirkular
Kolaborasi juga mencakup penjajakan pemanfaatan Used Serviceable Material (USM), yakni material atau komponen bekas yang masih layak digunakan sesuai persyaratan teknis dan keselamatan.
Selain itu, kedua perusahaan akan mengevaluasi layanan perbaikan dan pertukaran komponen serta pengelolaan inventaris berlebih. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya sepanjang siklus hidup pesawat sekaligus mendukung keberlanjutan rantai pasok.
4. Memperkuat analisis data dan integrasi digital
Vietjet dan Satair berencana mengeksplorasi pemanfaatan analisis data tingkat lanjut, integrasi data bersama, dan perencanaan kebutuhan berbasis prediksi.
Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan meningkatkan visibilitas terhadap ketersediaan material dan membantu mengoptimalkan perencanaan perawatan armada. Dengan perkiraan kebutuhan yang lebih baik, pengelolaan komponen dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
5. Meningkatkan dukungan operasional darurat
Bidang berikutnya adalah penguatan penanganan Aircraft-on-Ground (AOG), yaitu kondisi ketika pesawat tidak dapat beroperasi dan membutuhkan penanganan teknis.
Rencana kolaborasi mencakup penempatan stok komponen di kawasan regional serta peningkatan koordinasi logistik darurat. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan kebutuhan komponen secara lebih cepat dan menjaga keandalan operasional penerbangan.
6. Mengembangkan kapabilitas dan pelatihan
Kedua perusahaan juga akan menjajaki pertukaran keahlian industri, pengetahuan teknis, dan program pengembangan profesional.
Fokus ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengelolaan rantai pasok penerbangan di Vietnam sekaligus mendukung pengembangan talenta lokal di sektor penerbangan.
Perkuat Ekspansi Armada dan Konektivitas Vietjet
Chief Executive Officer Satair, Richard Stoddart, menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak penting dalam perkembangan kemitraan kedua perusahaan.
“Nota kesepahaman ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan kemitraan kami dengan Vietjet. Dengan memperkuat fondasi program Integrated Material Services yang telah berjalan, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan armada Vietjet sekaligus berkolaborasi dalam mengembangkan solusi rantai pasok yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis data untuk mendukung ambisi pertumbuhan jangka panjang Vietjet.”
Sementara itu, Chief Executive Officer Vietjet, Nguyen Thanh Son, menekankan pentingnya rantai pasok yang efisien untuk mendukung pengembangan armada, perluasan jaringan internasional, dan peningkatan layanan penumpang.
“Kemitraan dengan Satair memungkinkan kami memanfaatkan keahlian global dan kapabilitas rantai pasok Airbus untuk meningkatkan efisiensi operasional dan perawatan pesawat, sekaligus mempersiapkan pengembangan infrastruktur strategis, termasuk Bandara Internasional Long Thanh. Kami juga berharap dapat memperkuat keahlian teknis lokal dan mengembangkan talenta di bidang penerbangan di Vietnam, sehingga turut mendukung masa depan industri yang lebih berkelanjutan.”
Kemitraan ini melanjutkan program IMS yang sebelumnya telah mendukung pertumbuhan armada Airbus Vietjet. Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan membuka peluang untuk memperluas solusi material, meningkatkan pemanfaatan teknologi digital, dan memperkuat ketahanan operasional.
Bagi pasar Indonesia, penguatan operasional Vietjet menjadi relevan karena maskapai ini menghubungkan Jakarta dan Bali dengan sejumlah kota di Vietnam, termasuk Hanoi dan Ho Chi Minh City. Namun, dampak langsung kerja sama terhadap jadwal penerbangan atau layanan penumpang tertentu belum dirinci dalam pengumuman tersebut.
Secara keseluruhan, kesepakatan Vietjet dan Satair memperluas ruang kolaborasi di bidang pengadaan material, perawatan pesawat, logistik, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Implementasi keenam bidang tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan operasional Vietjet seiring pertumbuhan armada dan jaringan penerbangannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







