Sarmuji: Golkar dan PKS Sepaham Usulkan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

AKURAT.CO Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki kesepahaman untuk mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) berada di kisaran 5 persen dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan, angka tersebut dianggap cukup moderat untuk menjaga keseimbangan antara penyederhanaan jumlah partai politik di parlemen dan keterwakilan suara masyarakat.
“Ya, kita bersepaham besaran PT (parliamentary threshold/ambang batas parlemen) moderat saja, sekitar lima persen,” kata Sarmuji saat dihubungi wartawan, Rabu (16/9/2026).
Kesepakatan tersebut muncul dalam pertemuan antara jajaran DPP Partai Golkar dan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS yang berlangsung di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut Sarmuji, usulan ambang batas sekitar 5 persen tidak terlepas dari kebutuhan untuk membangun sistem kepartaian yang selaras dengan sistem pemerintahan presidensial.
Ia mengatakan sistem presidensial idealnya ditopang oleh multipartai sederhana, bukan kondisi multipartai ekstrem dengan jumlah partai yang terlalu banyak di parlemen.
“Semestinya multipartai sederhana bukan multipartai ekstrem. Jumlah partai di DPR sebaiknya tidak sangat banyak, tetapi PT tidak boleh juga terlalu tinggi agar fragmentasi ideologi di masyarakat bisa terefleksikan dalam sistem kepartaian,” ujarnya.
Sarmuji menilai angka sekitar 5 persen masih berada dalam batas rasional untuk diterapkan sebagai ambang batas parlemen pada pemilu legislatif mendatang.
Pembahasan mengenai PT menjadi salah satu topik dalam pertemuan Golkar dan PKS. Pertemuan tersebut sebelumnya digelar dalam rangka silaturahmi politik sekaligus memperkuat komunikasi antara kedua partai.
Selain membahas sejumlah agenda politik, kedua pihak turut mendiskusikan rencana pembahasan RUU Pemilu, termasuk sejumlah poin yang dinilai penting untuk membangun sistem demokrasi dan pemilu.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan PKS memiliki posisi dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“PKS memiliki posisioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” kata Bahlil.
Baca Juga: Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, DPR Ungkap Masalah yang Bikin Sengketa Tanah Terus Berulang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






