Gaya Komunikasi Qodari Tuai Kritik: Kepala Bakom Harus Humanis, Bukan Menyerang

AKURAT.CO Gaya komunikasi Muhammad Qodari selama menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dianggap tidak memenuhi harapan publik karena terlalu agresif.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, berharap Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Qodari sebagai pimpinan lembaga yang bertugas mengelola komunikasi publik pemerintah.
Fernando menilai, pola komunikasi Qodari di ruang publik tidak mencerminkan karakter seorang kepala komunikasi pemerintah.
Menurutnya, penyampaian informasi yang dilakukan Qodari lebih banyak bernuansa menyerang balik para pengkritik pemerintah.
"Saya melihat suatu kesalahan Presiden Prabowo Subianto ketika menempatkan Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah," kata Fernando saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Fernando, seorang juru bicara atau kepala komunikasi pemerintah semestinya mampu membangun komunikasi yang inklusif, menenangkan, dan terbuka terhadap kritik masyarakat.
"Hal itu terlihat dari bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh Qodari yang tidak mencerminkan sebagai Kepala Bakom RI karena sering kali komunikasi yang ditampilkan hanya menyerang dan defensif," ujarnya.
Fernando mengatakan, pemerintah seharusnya mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menyampaikan maksud kebijakan.
Selain itu, komunikasi publik juga harus memberi ruang bagi kritik dan masukan dari berbagai pihak.
Baca Juga: Mitigasi Risiko Diperketat, Qodari Beberkan Langkah Pemerintah Jaga Keandalan Listrik Jawa-Bali
"Seharusnya dalam membangun komunikasi sebagai juru bicara pemerintah lebih mengedepankan inklusif dan humanis sehingga juga mampu mendengarkan secara baik pihak-pihak yang melakukan kritik atau memberikan masukan," tuturnya.
Ia juga menduga sikap komunikasi Qodari dipengaruhi oleh ketidakpuasan terhadap posisi yang kini diembannya.
Dugaan Fernando, jabatan Kepala Bakom RI tidak sesuai dengan ekspektasi politik Qodari setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan.
"Mungkin Qodari merasa bahwa posisinya sebagai Bakom RI tidak setimpal dengan sumbangsih yang diberikan pada masa pilpres," kata Fernando.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








