Gerindra Buka Suara soal Demokrat yang Kini Dukung Pilkada DPRD

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, menghormati sikap baru Partai Demokrat yang kini menyatakan dukungan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.
Prasetyo menilai, perubahan sikap tersebut merupakan keputusan internal masing-masing partai politik yang telah melalui proses kajian dan pertimbangan matang.
“Setiap partai tentu memiliki pandangan sendiri. Saya yakin keputusan itu tidak diambil tanpa perhitungan dan kajian yang serius,” ujarnya usai menghadiri acara penyerahan bonus atlet SEA Games di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dia menegaskan, Gerindra tidak melakukan pendekatan khusus maupun komunikasi politik untuk mendorong Demokrat mengubah pendiriannya.
Menurut dia, sikap tersebut sepenuhnya merupakan keputusan internal Demokrat.
Sebelumnya, Partai Demokrat diketahui secara terbuka menolak usulan pilkada melalui DPRD.
Penolakan itu merujuk pada sikap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, yang semasa menjabat Presiden RI ke-6 juga tidak menyetujui mekanisme tersebut.
“Itu pilihan dan sikap masing-masing partai,” kata dia.
Baca Juga: Bahlil: 205.968 Rumah Teraliri Listrik Lewat BPBL 2025
Prasetyo yang juga menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara menambahkan, pemerintah tetap membuka ruang bagi aspirasi masyarakat apabila wacana tersebut masuk dalam pembahasan resmi.
Ia menyebut, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam demokrasi.
Berdasarkan salah satu hasil survei, sebanyak 66,1 persen responden menyatakan menolak pilkada dilaksanakan melalui DPRD.
Meski demikian, ia menilai keberagaman sikap publik—baik yang mendukung maupun menolak—perlu dihormati.
“Dalam setiap kebijakan pasti ada yang pro dan kontra. Itu sesuatu yang normal dan tidak menjadi persoalan,” ujarnya.
Dalam pernyataan sebelumnya, dia mengungkapkan bahwa tingginya biaya politik menjadi salah satu alasan munculnya wacana pilkada melalui DPRD.
Beban finansial tersebut dinilai memberatkan calon kepala daerah, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Selain itu, anggaran negara untuk penyelenggaraan pilkada secara langsung juga dinilai cukup besar.
Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, lanjut Pras, telah lama mendiskusikan gagasan pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
“Dalam kajian internal Gerindra, kami memang termasuk pihak yang berpendapat agar sistem pemilihan kepala daerah dikembalikan melalui DPRD,” kata Prasetyo.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Cara Memperoleh Keberkahan Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








