Eddy Soeparno Pede Menteri dari PAN Aman dari Reshuffle: Mereka Kerja Cepat dan Efektif

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menilai para menteri dari PAN telah menunjukkan kinerja yang baik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu terlihat dari sejumlah capaian konkret di sektor yang mereka tangani.
Dia mengatakan, hingga saat ini para menteri PAN bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan berbagai kemajuan yang diakui langsung oleh Presiden.
"Alhamdulillah sampai saat ini menteri-menteri yang merupakan perwakilan dari PAN bekerja dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan baik dan itu juga terlihat dari hasilnya," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Prabowo: Tiga Kali Peringatan Apa Boleh Buat, Reshuffle!
Dia pun menyinggung salah satu menteri asal PAN, yaitu Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang dinilainya menjadi salah satu menteri paling aktif menjalankan instruksi presiden.
"Ketua umum kami yang juga Kemenko Pangan merupakan salah satu menteri yang paling banyak menerima inpres dan kepres dari presiden untuk menyelesaikan berbagai permasalahan," ujarnya.
Eddy menyebut, berbagai kebijakan strategis di bawah koordinasi Kemenko Pangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu-isu penting nasional.
"Mulai dari permasalahan sampah, ekonomi karbon, termasuk MBG, percepatan swasembada pangan dan energi, semua direspons dengan cepat," tuturnya.
Karena itu, Wakil Ketua MPR itu optimis menteri-menteri dari PAN akan tetap solid dan mendapat kepercayaan penuh dari Presiden.
Baca Juga: Rekomendasi Saham yang Berpotensi Naik setelah Reshuffle Kabinet Prabowo
"Langkah Kemenko Pangan kami begitu cepat, diikuti juga oleh teman-teman menteri dari PAN. Jadi kami merasa bahwa mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik," kata dia.
Dia juga menganggap bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Meskipun dalam kurun satu tahun sudah tiga kali dilaksanakan, menurutnya itu tidak menjadi masalah.
"Ini sepenuhnya merupakan kedaulatan Bapak Presiden, yang Bapak Presiden paling tahu kira-kira siapa saja tim pembantunya yang memang perlu dilakukan penuatan, sehingga pada saat reshuffle terjadi, saya yakin ini dalam rangka untuk meningkatkan kinerja kabinet agar pencapaian-pencapaian yang saat ini sudah dihasilkan itu makin cepat lagi bisa kita menghasilkan pencapaian lebih tinggi," pungkas Eddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









