Pilkada Ulang Hanya Sia-sia jika Cuma Ada Calon Tunggal

AKURAT.CO Wacana mengulang pilkada jika kotak kosong menang dinilai akan sia-sia, jika calonnya tetap tunggal alias melawan kotak kosong lagi.
Pengamat politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menyebut, perlu ada penjelasan dari pembuat Undang-Undang dan aturan tentang apa yang dimaksud dengan pilkada ulang.
"Jika pilkada ulang tetap hanya menyertakan satu pasangan tunggal melawan kotak kosong adalah merupakan praktek yang sia-sia. Hal ini tidak akan membuat praktek pasangan tunggal akan menurun," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga: Kotak Kosong Tidak Perlu Disediakan di TPS
"Alih-alih menyelesaikan masalah, bahkan hal ini berpotensi menambah keruwetan. Bagaimana misalnya kalau dalam pilkada ulang tetap dimenangkan kotak kosong? Apakah akan dilakukan pilkada ulang kedua?" tambah Ray.
Dia menekankan, penyelenggaraan pilkada ulang tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai tidak benar. Oleh karena itu, menyelenggarakan pilkada ulang dengan pengertian seperti di atas sangat tidak tepat.
Menurutnya, solusi atas kalahnya pasangan tunggal di pilkada bukanlah pilkada ulang. Tapi pilkada yang dipercepat.
"Apa bedanya dengan pilkada ulang? Pilkada yang dipercepat adalah pilkada yang dimajukan jadwal pilkadanya dari yang semestinya 5 tahun menjadi satu atau dua tahun berikut setelah pilkada nasional dilaksanakan," jelasnya.
"Semua proses tahapan pilkada berlaku di pilkada yang dipercepat. Termasuk di dalamnya adalah menerima pendaftaran baru bagi pasangan calon perseorangan dan parpol yang disesuaikan persaratannya dengan putusan MK No 60/2024," sambung Ray.
Maka dari itu, dia memandang, jika yang menang adalah kotak kosong, maka seharusnya dilaksanakan pilkada yang dipercepat yakni maksimal dua tahun setelah Pilkada serentak 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







