Jimly Sebut Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club Baik untuk Tradisi Kemajuan Bangsa

AKURAT.CO Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, menyambut baik rencana Presiden terpilih, Prabowo Subianto yang akan membentuk Presidential Club sebagai wadah silaturahmi untuk para mantan presiden.
Menurutnya, pembentukan Presidential Club adalah rencana yang positif untuk mendorong kemajuan bangsa. Ia pun berpesan agar wadah ini tidak dibentuk sebagai sebuah institusi secara formal.
"President Club ide yang baik untuk dijadikan tradisi untuk kemajuan bangsa. Jangan diartikan formal dalam bentuk institusi yang resmi," kata Jimly melalui X pribadinya @JimlyAs, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga: Jimly Wanti-wanti Pembentukan Presidential Club: Jangan Sampai Ada Anggaran Baru atau Staf Khusus
Dia menilai, sudah tepat jika Prabowo ingin membentuk Presidential Club, karena cocok untuk dijadikan wadah berbagi ide dan pengalaman diantara para mantan presiden.
"Ini bukan organisasi baru tapi cuma forum simbolik guna berbagi ide dan pengalaman untuk bangsa dan negara," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto disebut ingin menjaga silaturahmi di antara para mantan presiden, baik Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.
Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengistilahkan, pertemuan tersebut nantinya akan difasilitasi dalam wadah semacam Presidential Club seperti yang ada di Amerika Serikat (AS).
"Presidensial Club itu istilah saya saja, merujuk presidensial club di AS, jadi bukan institusi baru," kata Dahnil melalui X pribadinya @Dahnilanzar, Jumat (3/5/2024).
Dahnil mengatakan, Presidential Club itu nantinya bisa dijadikan wadah bertukar pikiran soal kebangsaan antara presiden yang masih menjabat dengan para mantan presiden, maupun sebaliknya.
Baca Juga: Apa Itu Presidential Club yang Direncanakan Prabowo? Ketahui Ternyata Ini Tujuannya
"Esensinya Pak Prabowo ingin para mantan presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan," ujarnya.
Menurut Dahnil, hal itu diperlukan karena apa yang dijalankan dalam pemerintahan Prabowo nanti adalah program-program keberlanjutan dari pemerintahan sebelumnya.
"Sehingga terjaga silaturahim kebangsaannya dan menjadi teladan bagi kita semua, apalagi agenda pemerintahan Pak @prabowo ke depan adalah agenda keberlanjutan. Keberlanjutan dari Pak @jokowi dan para Presiden sebelumnya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







