Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Nasi Basi, Murah dan Ramah Lingkungan
AKURAT.CO Pupuk organik cair yang terbuat dari nasi basi mengubah sisa makanan menjadi nutrisi berkualitas untuk tanaman.
Nasi yang berjamur mengandung mikroorganisme lokal yang berfungsi sebagai dekomposer, stimule pertumbuhan, dan pengendali hama alami. Pembuatan pupuk ini mudah dilakukan hanya dengan fermentasi nasi berjamur bersama larutan gula selama periode 7 hingga 14 hari. Pupuk ini kaya akan unsur hara mikro dan makro, sehingga dapat membuat tanaman tumbuh subur dan produktif dengan biaya yang sangat rendah.
Baca Juga: Prabowo Bikin Petani Tersenyum: Pangkas 145 Aturan Penyaluran Pupuk hingga Harga Turun 20 Persen
Manfaat Pupuk MOL dari Nasi Basi
MOL nasi basi mempercepat pengomposan bahan organik dari yang biasanya berlangsung 2-3 bulan menjadi hanya 3-4 minggu. Kandungan bakteri dan jamur seperti Aspergillus dan Rhizopus memproduksi enzim yang merangsang pertumbuhan akar dan batang yang lebih kuat.
Penggunaan MOL secara rutin dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki komposisi tanah yang gembur, dan menambah jumlah mikroorganisme baik. Selain itu, pupuk ini berfungsi sebagai pestisida organik yang mampu mengendalikan hama dan penyakit secara alami. Biaya produksinya sangat rendah karena memanfaatkan limbah rumah tangga yang sering dibuang.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Bahan:
Nasi basi yang sudah berjamur sebanyak 200-300 gram
Gula pasir sebanyak 5 sendok makan
Air bersih 1 liter
Alat:
Wadah plastik atau ember dengan penutup
Jerigen atau botol plastik berkapasitas 2-3 liter
Selang kecil untuk saluran gas
Botol indikator yang berisi air
Kain atau saringan halus
Nasi basi yang tepat adalah nasi yang disimpan selama 2-3 hari dalam wadah tertutup sampai ditumbuhi jamur kuning, jingga, atau merah. Pastikan semua peralatan dalam keadaan bersih untuk mencegah kontaminasi oleh mikroorganisme yang merugikan.
Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair
1. Persiapan Nasi Berjamur
Bentuk nasi basi sebesar bola tenis meja dan masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat. Simpan di tempat yang gelap atau di dalam kardus yang ditutup dengan daun pisang busuk selama 2-3 hari. Jamur berwarna kuning hingga merah menandakan bahwa proses fermentasi awal telah berhasil dan siap untuk diolah.
2. Mencampur Bahan
Larutkan 5 sendok makan gula pasir ke dalam 1 liter air bersih hingga larut sepenuhnya. Kemudian, tambahkan nasi berjamur ke dalam larutan gula sambil diremas-remas agar spora menyebar merata. Perbandingan yang disarankan adalah 1 bagian nasi untuk 4 bagian air.
3. Memulai Proses Fermentasi
Tuangkan campuran tersebut ke dalam jerigen dan tutup rapat. Pasang selang plastik pada penutup jerigen dan masukkan ujung satunya ke dalam botol indikator yang berisi air agar gas bisa keluar tanpa mengizinkan udara luar masuk. Simpan di tempat yang teduh agar terhindar dari sinar matahari langsung.
4. Perawatan Selama Fermentasi
Buka tutup jerigen setiap 2 hari untuk melepaskan gas yang dihasilkan oleh fermentasi. Proses ini akan berlangsung selama 7-14 hari tergantung pada suhu lingkungan. Suhu yang ideal antara 25-30°C akan mempercepat aktivitas mikroorganisme.
5. Memanen dan Menyaring
MOL dapat digunakan saat cairan mulai memiliki bau tape atau asam yang segar, bukan busuk. Warna cairan akan berubah menjadi cokelat ke kuningan dengan endapan di bagian bawah wadah. Gunakan kain halus untuk menyaring cairan agar ampas terpisah dari larutan MOL.
Baca Juga: Qodari Beberkan Bukti Keberpihakan Prabowo kepada Petani, dari Pupuk Murah hingga Harga Gabah Naik
Cara Pemakaian dan Dosis
Sebagai Pupuk Hayati:
Campurkan 400 ml MOL dengan 10 liter air atau dengan perbandingan 1:25. Semprotkan pada tanaman menggunakan sprayer di pagi hari sebelum jam 9 atau sore setelah jam 4. Fokus pada bagian bawah daun dan tanah sekitar akar. Untuk hasil yang optimal, lakukan aplikasi setiap 1-2 minggu sekali.
Sebagai Aktivator Kompos:
Campurkan satu liter MOL dengan lima liter air dan sepuluh gram gula pasir. Tuangkan campuran ini pada tumpukan bahan kompos dan aduk hingga merata. Tutuplah dengan terpal untuk menjaga kelembaban. Proses pembuatan kompos akan lebih cepat, dari dua hingga tiga bulan menjadi tiga hingga empat minggu. Baliklah kompos setiap tiga hari.
Penyimpanan dan Masa Pakai
Simpan MOL dalam jerigen yang tertutup rapat di tempat yang dingin dan tidak terkena sinar matahari. Jika disimpan dengan baik, MOL dapat bertahan selama tiga hingga enam bulan. MOL masih dapat digunakan jika warna tetap stabil dan tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Setiap dua minggu, buka tutup wadah untuk membuang gas yang terbentuk. Sebelum penggunaan, kocok wadah agar endapan tercampur dengan baik. Buanglah MOL yang menghasilkan bau tidak sedap atau memiliki lendir berlebihan, karena ini menandakan bahwa mikroorganisme sudah mati atau terkontaminasi.
Hasil yang Dapat Diharapkan
Penggunaan MOL secara rutin memberikan hasil yang jelas setelah dua hingga tiga minggu. Tanaman menunjukkan pertumbuhan yang lebih subur dengan daun hijau yang cerah, batang yang kuat, dan akar yang kokoh. Tanaman sayuran seperti sawi, kangkung, dan tomat dapat menghasilkan hasil panen yang lebih tinggi, sekitar 15-25% lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan MOL.
Kesuburan tanah juga meningkat, dengan tekstur tanah yang lebih gembur dan lebih banyak bahan organik. Populasi cacing tanah dan mikroorganisme yang bermanfaat bertambah, menandakan bahwa ekosistem tanah berada dalam kondisi yang sehat. Tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit ringan karena sistem imunnya yang lebih kuat.
Pupuk organik cair yang berasal dari nasi basi merupakan cara praktis untuk mengubah limbah dapur menjadi nutrisi yang berharga. Proses pembuatannya cukup mudah, hanya perlu melakukan fermentasi nasi berjamur dan campuran gula selama tujuh hingga empat belas hari.
MOL yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai dekomposer, pupuk hayati, dan pestisida alami.
Keuntungan menggunakan MOL meliputi percepatan pertumbuhan tanaman, peningkatan hasil panen sekitar 15-25%, perbaikan kesuburan tanah, dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Penggunaan secara rutin setiap satu hingga dua minggu dengan dosis yang tepat akan memberikan hasil yang optimal untuk berbagai jenis tanaman. Dengan biaya produksi yang nol, MOL menjadi solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk pertanian yang berkelanjutan.
Tia ayulia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





