Akurat

Cara Menentukan Waktu Ambil TOEFL Sebelum Daftar LPDP

Redaksi Akurat | 2 Maret 2026, 14:19 WIB
Cara Menentukan Waktu Ambil TOEFL Sebelum Daftar LPDP
LPDP

AKURAT.CO Di antara semua persiapan mendaftar LPDP, urusan TOEFL sering jadi yang paling bikin deg-degan.

Bukan karena materinya mustahil dipelajari, tapi karena banyak yang salah hitung waktu. Ada yang terlalu santai, merasa masih lama, lalu tiba-tiba deadline sudah di depan mata.

Ada juga yang terlalu cepat ambil tes, tapi akhirnya harus mengulang karena skor kedaluwarsa atau belum jadi mendaftar. Padahal, menentukan kapan waktu ambil TOEFL untuk LPDP sebenarnya bisa direncanakan dengan tenang, asal tahu ritmenya.

LPDP yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan memang menilai banyak aspek: kualitas akademik, kekuatan esai, konsistensi kontribusi, hingga kesiapan mental saat wawancara. Namun sebelum semua itu dibaca dan dipertimbangkan, berkas harus lolos seleksi administrasi. Sertifikat bahasa Inggris adalah salah satu gerbang awalnya.

Baca Juga: Tiga Siswi Cina Dideportasi Amerika Akibat Kecurangan Ujian TOEFL

Ritme Pendaftaran dan Cara Menghitung Mundur

LPDP biasanya membuka pendaftaran dua kali dalam setahun. Banyak pelamar baru mulai serius belajar saat pengumuman batch keluar. Di titik itu sebenarnya sudah agak terlambat.

Waktu yang lebih ideal adalah menghitung mundur sekitar enam bulan sebelum periode pendaftaran yang ditargetkan.

Jika kamu membidik pendaftaran awal tahun, misalnya sekitar Februari atau Maret, maka persiapan bahasa seharusnya sudah dimulai sejak pertengahan tahun sebelumnya.

Belajar selama dua hingga tiga bulan lebih dulu, lalu mengambil tes resmi sekitar empat bulan sebelum pendaftaran, adalah pola yang relatif aman. Jeda ini penting.

Kalau hasil pertama belum sesuai target, masih ada ruang untuk memperbaiki dan mengambil tes ulang tanpa tekanan waktu.

Yang sering terjadi justru sebaliknya. Tes diambil satu bulan sebelum penutupan.

Ketika skor belum mencapai standar, tidak ada lagi pilihan selain menunda atau mendaftar dengan rasa cemas.

Menghindari Dua Ekstrem: Terlalu Cepat dan Terlalu Mepet

Mengambil TOEFL terlalu jauh dari waktu pendaftaran juga bukan langkah paling strategis.

Skor TOEFL umumnya berlaku dua tahun. Jika tes dilakukan saat belum benar-benar siap mendaftar, bisa jadi masa berlakunya habis sebelum dokumen dikirim.

Selain itu, kemampuan bahasa Inggris bukan sesuatu yang statis. Ia perlu dijaga. Mengambil tes saat sedang dalam fase belajar aktif biasanya menghasilkan performa yang lebih stabil dibanding tes yang diambil tanpa persiapan terstruktur.

Karena itu, waktu terbaik bukan ditentukan oleh kalender semata, melainkan oleh kesiapan yang realistis.

Saat latihan sudah konsisten, simulasi menunjukkan hasil yang mendekati target, dan kamu sudah tahu batch mana yang ingin dikejar, di situlah momen yang pas.

Baca Juga: Mendiktisaintek: Polemik Alumni LPDP Ditangani Transparan dan Akuntabel

Target Skor dan Gambaran Persaingan

Banyak pelamar hanya berfokus pada skor minimal yang tercantum di persyaratan. Padahal, dalam seleksi seketat LPDP, berada tepat di angka batas bawah bukan posisi yang paling nyaman.

Untuk tujuan luar negeri, skor TOEFL iBT di kisaran 80 hingga 90 biasanya menjadi standar awal, tergantung jenjang studi.

Namun persaingan membuat banyak kandidat datang dengan skor yang lebih tinggi.

Skor yang kuat bukan hanya membantu saat seleksi administrasi, tapi juga menambah kepercayaan diri ketika harus menjelaskan rencana studi di hadapan panelis.

Maka mengambil TOEFL lebih awal memberi satu keuntungan penting, yakni ruang untuk meningkatkan kualitas, bukan sekadar mengejar angka minimum.

Kesalahan yang Sering Berulang

Setiap periode pendaftaran, pola yang sama selalu muncul. Belajar intensif dua minggu sebelum tes. Mengandalkan skor simulasi tanpa evaluasi mendalam. Tidak memperhitungkan kemungkinan retake. Atau baru mencari jadwal ujian ketika kursi sudah penuh.

Padahal, tes bahasa adalah proses. Ia butuh pembiasaan membaca teks panjang, mendengar percakapan akademik, dan menyusun jawaban secara terstruktur.

Semua itu sulit dicapai jika dikejar dalam waktu singkat.

Menjadikan TOEFL Bagian dari Strategi Besar

Persiapan LPDP sebaiknya dilihat sebagai satu rangkaian utuh.

Saat bahasa sudah relatif aman, pikiran bisa lebih fokus menulis esai yang jujur dan reflektif.

Saat skor sudah di tangan, kamu tidak lagi dihantui kekhawatiran administratif. Energi bisa dialihkan untuk memperdalam rencana studi dan kontribusi.

Itulah mengapa banyak pendaftar berpengalaman menyarankan mengambil TOEFL sekitar empat hingga enam bulan sebelum pendaftaran, setelah menjalani masa belajar yang cukup.

Bukan karena itu rumus saklek, tetapi karena rentang waktu tersebut memberi ruang bernapas.

Menentukan kapan ambil TOEFL untuk LPDP bukan sekadar soal tanggal di kalender. Ia tentang membaca kesiapan diri, mengukur risiko, dan memberi ruang untuk gagal lalu bangkit lagi tanpa kehilangan kesempatan.

Karena dalam proses sebesar ini, yang paling menentukan bukan siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling siap.

Mutiara MY (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R