Perbedaan Beasiswa Fully Funded dan Partial Funded yang Wajib Diketahui

AKURAT.CO Istilah beasiswa fully funded dan beasiswa partial funded kerap muncul dalam berbagai program pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Meski terdengar serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama terkait cakupan biaya dan fasilitas yang diberikan kepada penerima.
Memahami perbedaan ini penting agar calon mahasiswa dapat memilih program beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Apa Itu Beasiswa Fully Funded?
Beasiswa fully funded adalah program bantuan pendidikan yang menanggung seluruh kebutuhan biaya penerima selama masa studi.
Artinya, penerima beasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya pribadi untuk keperluan akademik maupun penunjang utama lainnya.
Cakupan beasiswa fully funded umumnya meliputi:
-
Biaya kuliah penuh (tuition fee)
-
Akomodasi atau tempat tinggal
-
Uang saku bulanan
-
Biaya buku dan penelitian
-
Tiket pesawat pulang-pergi (untuk studi luar negeri)
-
Asuransi kesehatan
Beasiswa jenis ini tersedia untuk jenjang S1, S2, hingga S3, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Karena menanggung seluruh biaya, beasiswa fully funded sangat diminati dan biasanya memiliki proses seleksi yang ketat sebelum masa studi dimulai.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Mendaftar Kuliah di Korea Selatan
Beberapa contoh beasiswa fully funded antara lain LPDP, KIP Kuliah, Beasiswa Unggulan, Beasiswa Indonesia Maju, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Chevening Scholarship, Erasmus Mundus, dan Fulbright Program.
Apa Itu Beasiswa Partial Funded?
Berbeda dengan fully funded, beasiswa partial funded hanya menanggung sebagian biaya pendidikan. Penerima beasiswa tetap harus menyiapkan dana tambahan secara mandiri untuk menutup biaya yang tidak ditanggung.
Beasiswa jenis ini umumnya ditawarkan oleh perguruan tinggi atau lembaga pendidikan sebagai bentuk keringanan biaya.
Partial funded sering diberikan kepada mahasiswa yang sudah menjalani beberapa semester perkuliahan dan menunjukkan prestasi akademik maupun non-akademik yang baik.
Indeks prestasi yang tinggi, keaktifan organisasi, serta kontribusi dalam kegiatan kampus biasanya menjadi pertimbangan utama.
Contoh beasiswa partial funded antara lain Greenmatch Sustainability Scholarship, Techno MBA Scholarship KAIST, RMIT University Scholarship, Tampere University Tuition Fee Scholarship, dan Tongarewa Scholarship – Victoria University of Wellington.
Kelebihan dan Kekurangan Beasiswa Fully Funded dan Partial Funded
Setiap jenis beasiswa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut perbandingannya:
Beasiswa Fully Funded
Kelebihan:
-
Seluruh biaya studi dan kebutuhan hidup ditanggung, sehingga penerima bisa fokus belajar.
-
Sering disertai pelatihan, pembinaan, atau jejaring alumni yang kuat.
Kekurangan:
-
Persaingan sangat ketat.
-
Persyaratan seleksi umumnya tinggi.
-
Beberapa program memiliki ikatan dinas atau kewajiban tertentu setelah lulus.
Beasiswa Partial Funded
Baca Juga: Thailand Tuduh Kamboja Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata yang Baru
Kelebihan:
-
Proses seleksi cenderung lebih fleksibel.
-
Memberikan keringanan biaya kuliah meski tidak sepenuhnya ditanggung.
Kekurangan:
-
Penerima tetap harus menanggung sebagian biaya pendidikan.
-
Umumnya tidak mencakup biaya hidup atau kebutuhan sehari-hari.
Perbedaan utama beasiswa fully funded dan partial funded terletak pada cakupan pembiayaan.
Beasiswa fully funded menanggung seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup, sementara beasiswa partial funded hanya menanggung sebagian biaya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Oleh karena itu, calon penerima beasiswa perlu mempertimbangkan kondisi finansial, tujuan studi, dan kesiapan pribadi sebelum menentukan pilihan beasiswa yang akan dilamar.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









