Sejarah Runtuhnya Apartheid di Afrika Selatan

AKURAT.CO Sejarah runtuhnya politik apartheid merupakan perjalanan panjang melawan diskriminasi rasial, dipimpin oleh tokoh seperti Nelson Mandela dan partai ANC, yang mengandalkan perlawanan sipil, boikot internasional, dan tekanan ekonomi.
Yang akhirnya mendorong Presiden FW de Klerk untuk mencabut undang-undang apartheid pada awal 1990-an.
Berpuncak pada pemilihan multirasial pertama tahun 1994 yang memilih Mandela sebagai presiden.
Suku asli yang mendiami Afrika Selatan yakni Suku Bantu, mendapat perlakuan buruk dari Inggris.
Melalui Perdana Menteri Daniel Francois Malan, rasialisme terhadap orang berkulit hitam dilegalkan.
Nah, pelegalan inilah yang disebut dengan politik apartheid. Mereka memberikan perlawanan dengan membentuk organisasi modern yakni African National Congress (ANC).
● ANC adalah partai politik yang dibentuk untuk mengalahkan dominasi politik kulit putih pada tahun 1952 di bawah pimpinan Nelson Mandela.
● Tahun 1955, ANC membentuk koalisi gabungan kulit berwarna (kulit kuning) dengan tujuan menggandeng oposisi lain supaya lebih kuat.
Koalisi tersebut berhasil mencanangkan freedom charter yang kemudian menjadi program perjuangan ANC berikutnya.
Selain Nelson Mandela, gerakan menentang apartheid juga disuarakan oleh beberapa tokoh di Afrika Selatan, mereka adalah Desmond Tutu, Frederick W de Klerk, dan Chris Hani.
● Setelah melalui perjuangan panjang, Presiden Frederik Willem de Klerk, yang memimpin Afrika Selatan periode 1989-1994, akhirnya mengumumkan penghapusan semua ketentuan dan eksistensi sistem politik apartheid pada 21 Februari 1991.
Laporan: Marta Anunciata Wea/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









