Akurat

Siklus Air: Mesin Kehidupan yang Tak Pernah Berhenti Berputar

Eko Krisyanto | 6 Oktober 2025, 22:52 WIB
Siklus Air: Mesin Kehidupan yang Tak Pernah Berhenti Berputar

AKURAT.CO Tahukah kamu bahwa setiap tetes air yang kita minum, mandi, atau lihat di laut bisa jadi pernah menguap ke langit ribuan tahun lalu?

Ya, itulah keajaiban siklus air, atau yang dikenal juga sebagai siklus hidrologi, proses alami yang membuat air terus berputar tanpa henti di bumi.

Apa Itu Siklus Air?

Siklus air adalah perjalanan abadi air dari permukaan bumi ke atmosfer, lalu kembali lagi ke bumi.

Air bisa berubah bentuk, dari cair menjadi gas, dari gas menjadi padat, dan terus bergerak melalui berbagai tahapan yang saling berhubungan.

Tanpa siklus ini, tidak akan ada hujan, sungai, atau bahkan kehidupan seperti yang kita kenal sekarang.

Tahapan dalam Siklus Air

Baca Juga: Biar Nggak Nyesel! Begini Strategi Cut Loss yang Dipakai Investor Sukses

  1. Evaporasi (Penguapan)

    Segalanya dimulai dari panas matahari. Energi matahari menguapkan air dari laut, danau, sungai, serta permukaan tanah, mengubahnya menjadi uap air yang naik ke atmosfer.

  2. Kondensasi (Pembentukan Awan)

    Saat uap air naik ke udara yang lebih dingin, ia berubah menjadi butiran air kecil dan membentuk awan.

  3. Presipitasi (Hujan, Salju, atau Embun)

    Ketika awan menjadi jenuh dan terlalu berat, air jatuh kembali ke bumi sebagai hujan, salju, atau bentuk presipitasi lainnya.

  4. Infiltrasi dan Limpasan Permukaan

    Sebagian air hujan meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah (infiltrasi), sementara sebagian lainnya mengalir ke sungai, danau, atau laut (limpasan permukaan).

  5. Transpirasi (Pelepasan Uap oleh Tumbuhan)

    Tanaman juga berperan penting. Mereka menyerap air dari tanah, lalu melepaskannya kembali ke udara melalui daun, menambah uap air ke atmosfer.

Jenis-Jenis Siklus Air

  1. Siklus Pendek

    Terjadi ketika air laut menguap, berubah menjadi awan, lalu langsung turun kembali ke laut sebagai hujan.

  2. Siklus Sedang

    Uap air berpindah ke daratan karena angin, lalu turun sebagai hujan di sana sebelum akhirnya mengalir kembali ke laut.

  3. Siklus Panjang

    Melibatkan proses yang lebih kompleks, seperti pembentukan salju atau gletser di pegunungan, yang kemudian mencair dan mengalir kembali ke laut.

Mengapa Siklus Air Penting?

Baca Juga: Nonton Film Killerman Gratis Full Movie di Bioskop Trans TV: Sinopsis dan Daftar Pemain!

Siklus air adalah penjaga keseimbangan bumi.
Ia memastikan ketersediaan air bersih, mendukung pertanian, mengatur iklim, dan menjaga kehidupan makhluk hidup.

Namun, aktivitas manusia seperti deforestasi dan penggunaan air berlebihan bisa mengganggu siklus ini, membuat daerah kekeringan atau banjir semakin parah.

Siklus air bukan sekadar proses alam, ia adalah nadi kehidupan di planet ini.

Dengan memahami dan menjaga keseimbangannya, kita bukan hanya melestarikan sumber daya air, tetapi juga memastikan masa depan bumi yang lebih lestari.

Laporan: Dinda NS/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.