Terungkap Bukti Lautan Tersembunyi Pernah Ada di Bulan Es Uranus

AKURAT.CO Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Ariel, salah satu bulan es Uranus, kemungkinan pernah memiliki lautan tersembunyi di bawah permukaannya. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa beberapa satelit Uranus dahulu merupakan dunia laut.
Dengan diameter 1.159 kilometer, Ariel lebih kecil dari banyak bulan milik Jupiter atau Saturnus. Meski begitu, permukaannya tampak terang dan kompleks, terdiri dari kawah tua serta dataran halus yang diduga terbentuk oleh cryovolcanism.
Dipimpin Caleb Strom dari Universitas Dakota Utara, tim peneliti memodelkan pengaruh gravitasi Uranus terhadap Ariel. Hasilnya mengungkap orbit bulan ini pernah lebih eksentrik dan kemungkinan memicu retakan besar di permukaannya.
Analisis menunjukkan retakan dan punggungan hanya mungkin terbentuk jika ada lapisan cair di bawah kerak es. Hal ini menandakan keberadaan lautan tersembunyi, baik berukuran besar dengan es tipis maupun kecil yang didorong tekanan pasang surut.
Penemuan ini melanjutkan studi sebelumnya yang juga menemukan jejak lautan purba di Miranda, bulan Uranus lainnya. Para ahli menduga sistem Uranus mungkin pernah menjadi rumah bagi beberapa satelit dengan lautan bawah permukaan.
Lautan tersembunyi penting dalam studi planet karena berpotensi menjadi habitat kehidupan. Air cair mendukung proses biologi, sementara energi dari pasang surut atau peluruhan radioaktif dapat menjaga stabilitasnya meski jauh dari Matahari.
Meski belum dapat dipastikan kapan lautan Ariel terbentuk atau apakah masih bertahan hingga kini, temuan ini tetap memberikan wawasan penting. Penelitian tersebut membantu memahami evolusi dunia laut di tata surya luar.
Dikutip dari Space, Kamis (2/10/2025), studi ini juga memperkuat usulan perlunya misi khusus menuju Uranus. NASA bahkan merekomendasikan misi Uranus Orbiter and Probe untuk mempelajari cincin, atmosfer dan bulan-bulan planet tersebut secara detail.
Jika misi ini berhasil dijalankan, para ilmuwan berharap bisa menjawab pertanyaan besar tentang sistem Uranus. Hal itu mencakup asal-usul kemiringan ekstrem planet ini, struktur cincinnya, hingga kemungkinan adanya lautan di satelit-satelitnya.
Hingga saat ini, pesawat ruang angkasa baru memotret bagian selatan Ariel. Penelitian terbaru diharapkan bisa memprediksi temuan di wilayah utaranya, termasuk retakan tambahan dan medan yang baru muncul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








