Akurat Logo

Kebakaran Gambut Berulang, Pakar Soroti Pengawasan dan Penegakan Hukum

Andi Syafriadi | 17 Oktober 2026, 09:26 WIB
Kebakaran Gambut Berulang, Pakar Soroti Pengawasan dan Penegakan Hukum
Pakar lingkungan, Marningot Tua Natalis Situmorang

AKURAT.CO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut, masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan khusus. Selain pemadaman, upaya pencegahan juga memerlukan pengawasan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat.

Pakar lingkungan, Marningot Tua Natalis Situmorang menilai, pengangkatan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) dapat memperkuat upaya pengelolaan gambut dan penanganan karhutla.

Dirinya menilai latar belakang keilmuan dan pengalaman Satyawan dalam pengelolaan gambut relevan dengan tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.

Baca Juga: ​Aksi Simpatik The Changcuters di Synchronize Fest 2026: Ajak Penonton Doa Korban Karhutla

Natalis, yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, mengatakan pengelolaan gambut membutuhkan keahlian khusus karena karakteristiknya berbeda dari lahan pada umumnya.

Gambut terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang mengalami pembusukan tidak sempurna dalam kondisi lingkungan jenuh air. Karakteristik tersebut membuat penanganan kebakaran di kawasan gambut memiliki tantangan tersendiri.

"Kita menyambut baik pelantikan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut. Dengan latar belakang keilmuan yang mumpuni dan segudang pengalaman menangani gambut, kita mengapresiasi Presiden Prabowo yang memilih sosok dengan kompetensi dan pengalaman yang relevan untuk memimpin lembaga ini. The right man in the right place," ujar Natalis melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Tekan Dampak Karhutla, Komisi IX DPR Desak Fasilitas Publik Dilengkapi Penyaring Udara

Natalis menjelaskan, kebakaran di lahan gambut tidak hanya membakar vegetasi di permukaan. Api juga dapat merambat ke lapisan organik di bawah tanah dan bertahan sebagai bara dalam waktu lama.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.