Akurat

Apa Saja Persamaan dan Perbedaan antara Hewan dan Manusia? Berikut Penjelasan Ilmiahnya!

Naufal Lanten | 15 September 2025, 20:23 WIB
Apa Saja Persamaan dan Perbedaan antara Hewan dan Manusia? Berikut Penjelasan Ilmiahnya!

 

AKURAT.CO Apa sebenarnya persamaan dan perbedaan antara hewan dan manusia? Manusia dan hewan sama-sama merupakan makhluk hidup yang menempati bumi sebagai bagian dari ekosistem. Keduanya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam, meski sering kali manusia ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi karena dianggap memiliki akal budi serta kesadaran yang lebih kompleks.

Pertanyaannya, apa sebenarnya persamaan dan perbedaan yang bisa ditemukan antara hewan dan manusia? Jawabannya bisa dijelaskan lewat kajian ilmu biologi, fisiologi, hingga psikologi. Mengutip dari Seri IPA Biologi SMP Kelas VII karya Deswati Furqonita (2006), setiap makhluk hidup memang memiliki ciri yang membedakan satu dengan yang lain, namun juga terdapat persamaan ciri yang menyatukan mereka.


Persamaan antara Hewan dan Manusia

Jika ditelusuri lebih dalam, manusia dan hewan memiliki banyak kesamaan mendasar, baik dari sisi biologi maupun fungsi kehidupannya.

Pertama, keduanya sama-sama makhluk hidup yang membutuhkan makanan, minuman, udara, dan energi untuk bertahan hidup. Tanpa faktor dasar itu, tidak mungkin ada kehidupan.

Kedua, baik manusia maupun hewan merupakan organisme multiseluler dengan sel eukariotik yang punya inti sel, jaringan, hingga organ. Hal ini ditegaskan pula dalam Molecular Biology of the Cell (Alberts, 2015) yang menjelaskan bahwa sel eukariotik menjadi pondasi bagi semua organisme kompleks.

Ketiga, manusia dan hewan memiliki kemampuan reproduksi untuk melestarikan spesies. Siklus hidup keduanya meliputi lahir, tumbuh, berkembang, hingga akhirnya bereproduksi.

Keempat, keduanya mampu merespons rangsangan lingkungan. Misalnya, merasa sakit saat terluka, menyesuaikan diri ketika suhu berubah, atau bereaksi saat menghadapi ancaman. Studi dalam Journal of Comparative Physiology (2019) bahkan menemukan bahwa mekanisme rasa sakit pada manusia dan hewan melibatkan aktivasi sistem saraf pusat yang serupa.

Selain itu, dari sisi DNA, hasil Human Genome Project (2003) menunjukkan bahwa manusia berbagi 98–99% genetik dengan simpanse, dan sekitar 85% dengan tikus. Fakta ini memperkuat bahwa manusia dan hewan memang sangat dekat secara biologis.


Perbedaan antara Hewan dan Manusia

Walaupun memiliki banyak persamaan, manusia tetap memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berbeda dari hewan lain.

Pertama, manusia dianugerahi akal budi yang memungkinkannya berpikir logis, membuat perencanaan, hingga mengambil keputusan rumit. Sementara hewan lebih banyak mengandalkan naluri dan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

Kedua, manusia memiliki kemampuan berbahasa dan menciptakan budaya. Bahasa yang digunakan manusia bukan sekadar simbol suara, melainkan sistem komunikasi kompleks yang melahirkan seni, tradisi, hingga peradaban. Hewan memang berkomunikasi, tapi terbatas pada kode suara atau gerakan tertentu.

Ketiga, manusia mempunyai kesadaran diri dan memori yang kompleks. Mereka bisa merenungkan masa lalu, merencanakan masa depan, dan memahami eksistensi dirinya. Sementara itu, kesadaran hewan biasanya lebih sederhana, meski penelitian Gordon Gallup (1970) menemukan bahwa simpanse, gajah, dan lumba-lumba mampu mengenali diri mereka di cermin.

Keempat, dari sisi emosi, manusia dapat mengekspresikan perasaan dengan cara yang jauh lebih kompleks. Misalnya menangis bukan hanya karena kesedihan, tetapi juga karena kebahagiaan. Hewan juga memiliki emosi, bahkan riset Frans de Waal menunjukkan bahwa hewan seperti simpanse atau gajah bisa menunjukkan empati. Namun, intensitas dan kompleksitasnya tetap berbeda dari manusia.


Kedudukan Manusia dalam Kehidupan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa manusia dan hewan berbagi banyak kesamaan biologis maupun fisiologis, tetapi manusia tetap memiliki posisi yang istimewa. Perbedaan utamanya terletak pada otak manusia, khususnya neokorteks, yang memungkinkan lahirnya bahasa, kesadaran reflektif, kreativitas, hingga teknologi.

Walaupun begitu, bukan berarti manusia bisa semena-mena terhadap hewan. Sebaliknya, kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan intelektual justru menuntut kita untuk menjaga kelestarian hewan sebagai sesama penghuni bumi.

Kalau kamu tertarik mendalami topik serupa, jangan lewatkan artikel pengetahuan lainnya yang akan membahas hubungan manusia dengan makhluk hidup lain dalam menjaga keseimbangan ekosistem.


Baca Juga: Persamaan Siklus Hidup Hewan: Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD Halaman 43 Kurikulum Merdeka

Baca Juga: 10 Hewan Terkuat di Dunia: Dari Serangga Mini hingga Predator Raksasa

FAQ

1. Apakah persamaan utama antara hewan dan manusia?
Manusia dan hewan sama-sama makhluk hidup, membutuhkan makanan, minuman, dan udara untuk bertahan hidup. Keduanya juga tersusun dari sel eukariotik, memiliki organ tubuh, bisa bereproduksi, serta mampu merespons rangsangan lingkungan.

2. Apakah manusia dan hewan memiliki DNA yang sama?
Ya, manusia dan hewan memiliki DNA sebagai materi genetik. Bahkan, manusia berbagi sekitar 98–99% DNA dengan simpanse dan sekitar 85% dengan tikus, berdasarkan hasil Human Genome Project.

3. Apa perbedaan mendasar antara manusia dan hewan?
Perbedaan utamanya terletak pada akal budi, kemampuan berbahasa, menciptakan budaya, kesadaran diri, serta kompleksitas emosi. Manusia dapat berpikir abstrak, merencanakan masa depan, dan membangun peradaban, sementara hewan lebih mengandalkan naluri.

4. Apakah hewan juga memiliki emosi seperti manusia?
Beberapa hewan memiliki emosi dasar, bahkan ada yang bisa menunjukkan empati, seperti simpanse, gajah, dan lumba-lumba. Namun, ekspresi emosi manusia jauh lebih kompleks dibandingkan dengan hewan.

5. Mengapa manusia dianggap memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding hewan?
Manusia memiliki otak yang lebih berkembang, khususnya bagian neokorteks, yang memungkinkan lahirnya bahasa, kesadaran reflektif, kreativitas, hingga teknologi. Faktor ini menjadikan manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.