Akurat

Perlukah Guru Menguasai Pembelajaran dalam Lingkungan Sekolah? Simak Jawabannya!

Naufal Lanten | 28 Agustus 2025, 19:04 WIB
Perlukah Guru Menguasai Pembelajaran dalam Lingkungan Sekolah? Simak Jawabannya!

AKURAT.CO Dalam lingkungan sekolah, perlukah guru menguasai pembelajaran sosial emosional? Artikel ini akan memberikan jawaban yang akurat untuk Anda. 

Pembelajaran sosial emosional (PSE) kini semakin sering dibicarakan di dunia pendidikan. Bukan hanya sekadar tren, PSE dianggap sebagai salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan kesejahteraan siswa. Di tengah tantangan pendidikan modern, muncul pertanyaan besar: perlukah guru menguasai pembelajaran sosial emosional agar pembelajaran di sekolah lebih efektif?

Jawabannya: sangat perlu. Guru bukan hanya penyampai materi akademik, tetapi juga fasilitator yang berperan besar dalam perkembangan sosial dan emosional siswa. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengapa penguasaan PSE oleh guru begitu krusial, manfaat yang bisa dirasakan, hingga tantangan yang masih harus dihadapi di lapangan.


Mengapa Pembelajaran Sosial Emosional Penting di Sekolah?

Jika dulu sekolah lebih menekankan pada capaian akademik, kini paradigma pendidikan berubah. PSE hadir untuk melengkapi aspek kognitif dengan kemampuan non-akademik yang tidak kalah penting, seperti kesadaran diri, empati, keterampilan komunikasi, hingga pengambilan keputusan yang sehat.

Dengan kata lain, pembelajaran sosial emosional membantu siswa “siap hidup” bukan hanya “siap ujian.” Dan dalam proses ini, guru menjadi sosok utama yang mengarahkan, mencontohkan, sekaligus menciptakan ruang aman bagi siswanya.


Peran Guru dalam Menguasai Pembelajaran Sosial Emosional

1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Positif

Guru yang memahami PSE mampu membangun suasana kelas yang membuat siswa merasa aman, dihargai, dan diterima. Suasana ini bukan sekadar nyaman, tetapi juga menumbuhkan keterlibatan aktif siswa. Lingkungan kelas yang positif terbukti mengurangi perilaku agresif, meningkatkan motivasi, dan memperkuat rasa kebersamaan di antara murid.

2. Membantu Siswa Mengembangkan Kompetensi Sosial dan Emosional

Tidak semua anak mampu mengelola emosinya dengan baik. Di sinilah peran guru sangat penting. Melalui integrasi PSE, siswa bisa belajar mengenali perasaan, mengendalikan emosi, mengasah empati, hingga melatih keterampilan kerja sama. Keterampilan ini nantinya tidak hanya menunjang kesuksesan akademik, tapi juga kehidupan sosial mereka di luar sekolah.

3. Meningkatkan Kualitas Proses Belajar

Siswa dengan keterampilan sosial emosional yang baik biasanya lebih fokus, lebih mudah termotivasi, dan punya kemampuan menghadapi stres. Hal ini tentu berdampak langsung pada hasil belajar mereka. Dengan kata lain, PSE tidak mengganggu pencapaian akademik, justru memperkuatnya.

4. Mengelola Konflik dan Mencegah Bullying

Sekolah sering menjadi tempat munculnya konflik antar siswa, bahkan kasus perundungan. Guru yang menguasai PSE bisa menjadi mediator sekaligus pembimbing agar konflik dikelola secara sehat. Mereka mampu mengajarkan cara menyelesaikan masalah tanpa kekerasan, sehingga tercipta iklim sekolah yang harmonis.

5. Mendukung Karakter dan Kesejahteraan Mental Siswa

PSE juga menjadi sarana penting untuk membangun karakter siswa. Kompetensi seperti kesadaran diri, pengendalian diri, hingga pengambilan keputusan yang bertanggung jawab membuat siswa lebih siap menghadapi tantangan hidup. Selain itu, kesejahteraan mental mereka juga lebih terjaga.


Cara Guru Menguasai dan Menerapkan PSE di Kelas

Penguasaan PSE tidak bisa instan. Guru memerlukan strategi yang terstruktur agar bisa mengintegrasikannya dengan pembelajaran sehari-hari. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional. Melalui workshop atau pelatihan khusus, guru bisa memahami konsep dasar dan praktik PSE secara lebih mendalam.

  • Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan PSE. Misalnya, menambahkan sesi refleksi diri, diskusi kelompok, atau aktivitas berbasis empati.

  • Menciptakan kegiatan kelas yang mendukung PSE. Seperti permainan interaktif, senam otak, bernyanyi bersama, hingga sharing emosi. Aktivitas ini mendorong siswa lebih terbuka mengenali diri mereka.

  • Kolaborasi dengan komunitas sekolah. Penerapan PSE akan lebih efektif jika ada dukungan dari kepala sekolah, tenaga kependidikan, bahkan orang tua. Sinergi ini menciptakan konsistensi nilai antara kelas dan kehidupan sehari-hari siswa.


Tantangan Guru dalam Mengimplementasikan PSE

Meski manfaatnya besar, penerapan PSE di sekolah tidak selalu mulus. Beberapa kendala yang sering ditemui antara lain:

  • Kurangnya pemahaman. Masih banyak guru yang belum benar-benar memahami konsep PSE, sehingga penerapannya belum optimal.

  • Beban kurikulum yang padat. Tuntutan akademik sering membuat guru kesulitan menyisihkan waktu untuk memasukkan PSE dalam pembelajaran.

  • Keterbatasan sumber daya. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas, modul, atau bahan ajar yang memadai untuk mendukung PSE.

Namun, meski tantangannya nyata, penerapan PSE tetap sangat mungkin dilakukan jika ada komitmen dari guru, sekolah, dan orang tua.


Kesimpulan

Jadi, apakah guru perlu menguasai pembelajaran sosial emosional? Jawabannya jelas: ya, sangat perlu. PSE bukan sekadar tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan di era pendidikan modern. Guru yang menguasai PSE dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, mendukung perkembangan karakter siswa, serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Baca Juga: Pengalaman yang Berkesan Positif Maupun Negatif Selama Proses Pengelolaan Kinerja Guru

Baca Juga: KUNCI JAWABAN Cerita Reflektif Modul 2 PPG: Strategi Guru Mengakomodasi Gaya Belajar Peserta Didik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.