Dalam Konteks School Well-Being, Rimpela Menekankan Pentingnya Kegiatan Ekstrakurikuler. Mengapa Kegiatan Ekstrakurikuler Penting?

AKURAT.CO Seperti inilah dalam konteks school well-being, rimpela menekankan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler. mengapa kegiatan ekstrakurikuler penting?
School well-being atau kesejahteraan di sekolah merupakan aspek penting yang memengaruhi perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa.
Menurut para ahli seperti Konu dan Rimpela, kesejahteraan siswa di sekolah tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan akademik, tetapi juga oleh kualitas lingkungan sosial dan dukungan emosional yang mereka terima.
Salah satu elemen yang sangat ditekankan oleh Rimpela dalam konteks school well-being adalah kegiatan ekstrakurikuler.
Artikel ini akan membahas mengapa kegiatan ekstrakurikuler dianggap sangat penting dalam mendukung kesejahteraan siswa di sekolah.
Baca Juga: Mari Mencoba Mengembangkan Rencana Pembelajaran Berdasarkan Experiential Learning
1. Pengembangan Keterampilan Sosial dan Emosional
Kegiatan ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan teman sebaya dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan dibandingkan dengan pembelajaran formal.
Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerja sama, empati, dan kepemimpinan.
Rimpela menekankan bahwa pengembangan keterampilan sosial dan emosional ini sangat penting untuk mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
2. Pengurangan Stres dan Kecemasan
Partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler juga berperan dalam mengurangi stres dan kecemasan yang sering dialami siswa akibat tekanan akademik.
Kegiatan seperti olahraga, seni, dan pramuka memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, bersenang-senang, dan menjauh sejenak dari beban belajar. Hal ini membantu meningkatkan mood dan kesejahteraan emosional siswa.
3. Meningkatkan Rasa Kepuasan dan Pencapaian Diri
Melalui keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler, siswa merasakan pencapaian dan kepuasan diri, terutama ketika berhasil menyelesaikan proyek atau kompetisi. Perasaan ini memperkuat rasa percaya diri dan motivasi belajar mereka, yang pada gilirannya berkontribusi positif terhadap kesejahteraan secara keseluruhan.
4. Menjaga Keseimbangan antara Akademik dan Non-Akademik
Rimpela juga menekankan bahwa kesejahteraan di sekolah bukanlah hal yang terpisah dari prestasi akademik, melainkan saling melengkapi.
Kegiatan ekstrakurikuler menjadi penyeimbang penting yang membantu siswa menghindari kejenuhan dan burnout akibat tekanan belajar.
Dengan adanya waktu dan ruang untuk berkembang secara non-akademik, siswa lebih mampu mengatur waktu dan tanggung jawab mereka secara efektif.
5. Membangun Lingkungan Sekolah yang Mendukung
Kegiatan ekstrakurikuler juga memperkuat hubungan sosial di sekolah, baik antar siswa maupun antara siswa dengan guru.
Hubungan yang positif ini meningkatkan rasa aman dan dukungan sosial yang sangat penting bagi kesejahteraan siswa.
Lingkungan sekolah yang suportif dan inklusif akan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar dan kegiatan sekolah lainnya.
Kesimpulan
Dalam konteks school well-being, Rimpela menekankan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler karena kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, mengurangi stres, meningkatkan rasa pencapaian diri, serta menjaga keseimbangan antara aspek akademik dan non-akademik.
Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler membantu membangun lingkungan sekolah yang mendukung dan inklusif, yang sangat berkontribusi pada kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
Oleh karena itu, sekolah perlu memberikan perhatian khusus dan dukungan optimal terhadap pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari upaya meningkatkan kesejahteraan siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








