Akurat

SNBT 2025: Daftar 18 Prodi Kedokteran Sepi Peminat di Indonesia, Cek Selengkapnya!

Melly Kartika Adelia | 28 Februari 2025, 18:16 WIB
SNBT 2025: Daftar 18 Prodi Kedokteran Sepi Peminat di Indonesia, Cek Selengkapnya!

AKURAT.CO Jurusan Kedokteran termasuk salah satu prodi dengan persaingan tinggi berdasarkan data SNPMB tahun sebelumnya.

Namun, terdapat beberapa prodi Kedokteran di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memiliki peminat lebih sedikit dibandingkan PTN lainnya, sehingga bisa menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa.

Syarat Mendaftar SNBT 2025

Siswa kelas 12 yang ingin mendaftar SNBT 2025 harus memastikan telah menyelesaikan pendaftaran akun SNPMB 2025 dan melakukan simpan permanen.

Dengan akun tersebut, mereka dapat melanjutkan ke proses pendaftaran SNBT sesuai jadwal.

Baca Juga: Universitas PTIQ Jakarta Akan Buka Fakultas Kedokteran, Targetkan Lahirkan Dokter Ilmuwan Seperti Ibnu Rusyd

Mengapa Beberapa Prodi Kedokteran Peminatnya Sedikit?

Sebagian besar prodi Kedokteran yang memiliki peminat sedikit merupakan program baru di PTN tersebut.

Banyak fakultas Kedokteran di 18 PTN yang baru dibuka pada 2023 dan 2024. Awalnya, penerimaan mahasiswa baru hanya dilakukan melalui jalur mandiri.

Contohnya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru membuka Fakultas Kedokteran pada 2023.

Pada 2024 dan 2025 barulah keduanya mulai membuka kuota penerimaan melalui jalur SNBP dan SNBT.

Hal serupa terjadi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang baru menambah kuota untuk jalur SNBT pada 2025, setelah sebelumnya hanya menerima mahasiswa kedokteran melalui jalur mandiri.

Meskipun disebut sedikit peminat, jumlah pendaftar di prodi ini tetap signifikan jika dibandingkan dengan jurusan saintek lainnya.

Sebagian besar program studi kedokteran yang disebutkan memiliki peminat kurang dari 1.000 peserta, angka yang tergolong rendah untuk jurusan ini.

Sebagai perbandingan, beberapa prodi kedokteran di PTN besar biasanya menarik lebih dari 3.000 pendaftar di jalur SNBT.

Daftar Prodi Kedokteran dengan Peminat Sedikit di SNBT 2025

Baca Juga: Kuliah Prodi Kedokteran Ternyata Mahal, Segini Loh Biayanya!

Berikut daftar 18 PTN dengan prodi kedokteran yang memiliki peminat lebih sedikit berdasarkan data SNBT 2024. Lengkap dengan daya tampung untuk SNBT 2025:

Universitas Negeri Makassar (UNM)

· Peminat 2024: -
· Daya tampung 2025: 25

Universitas Sulawesi Barat

· Peminat 2024: -
· Daya tampung 2025: 25

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

· Peminat 2024: -
· Daya tampung 2025: 15

Universitas Borneo Tarakan

· Peminat 2024: 227
· Daya tampung 2025: 23

Universitas Maritim Raja Ali Haji

· Peminat 2024: 240
· Daya tampung 2025: 20

Universitas Bangka Belitung

· Peminat 2024: 366
· Daya tampung 2025: 20

Universitas Cenderawasih

· Peminat 2024: 339
· Daya tampung 2025: 40

Universitas Gorontalo

· Peminat 2024: 510
· Daya tampung 2025: 28

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

· Peminat 2024: 522
· Daya tampung 2025: 15

Universitas Palangkaraya

· Peminat 2024: 615
· Daya tampung 2025: 46

Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

· Peminat 2024: 655
· Daya tampung 2025: 15

Universitas Pattimura

· Peminat 2024: 689
· Daya tampung 2025: 60

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur

· Peminat 2024: 692
· Daya tampung 2025: 20

Universitas Nusa Cendana

· Peminat 2024: 698
· Daya tampung 2025: 50

Universitas Bengkulu

· Peminat 2024: 719
· Daya tampung 2025: 48

Universitas Tanjungpura

· Peminat 2024: 772
· Daya tampung 2025: 55

Universitas Halu Oleo

· Peminat 2024: 834
· Daya tampung 2025: 48

Universitas Pendidikan Ganesha

· Peminat 2024: 870
· Daya tampung 2025: 60

Universitas Tadulako

· Peminat 2024: 879
· Daya tampung 2025: 83

Daftar ini dapat menjadi referensi bagi calon mahasiswa yang mempertimbangkan peluang di prodi kedokteran.

Dengan daya tampung yang relatif kecil dan peminat yang belum terlalu banyak, persaingan di prodi-prodi ini mungkin lebih rendah dibandingkan PTN dengan prodi kedokteran yang sudah lebih mapan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.