5 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Merusak Kepercayaan Diri Anak

AKURAT.CO Kepercayaan diri adalah pilar penting dalam tumbuh kembang anak. Ini adalah fondasi yang membekali mereka untuk menghadapi tantangan, mencoba hal baru, dan percaya pada kemampuan mereka sendiri.
Namun, ada beberapa perilaku yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar yang justru dapat melemahkan rasa percaya diri tersebut.
Berikut lima kebiasaan yang harus dihindari, serta cara memperbaikinya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/1/2025).
1. Kritik Berlebihan yang Meninggalkan Luka Tak Terlihat
Kritik terus-menerus, meskipun dengan niat baik, dapat meninggalkan bekas luka emosional pada anak.
Baca Juga: Mantan Menkumham Amir Syamsudin Tegaskan Soal Kewenangan Ahli dalam Kasus Timah
Daripada membangun, komentar negatif yang diulang-ulang bisa membuat anak meragukan kemampuannya.
Solusi: Ubah kritik menjadi saran konstruktif. Alih-alih berkata, “Kamu selalu berantakan,” cobalah, “Mari kita cari cara agar kamu bisa lebih rapi lain kali.”
2. Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Ungkapan seperti, "Kenapa kamu tidak seperti kakakmu?” mungkin terlihat sepele, tetapi dapat menghancurkan harga diri anak. Perbandingan membuat anak merasa tidak cukup baik dan memicu rasa iri.
Solusi: Fokus pada keunikan anak Anda. Gantikan perbandingan dengan pujian, seperti “Saya kagum dengan cara kreatifmu menyelesaikan masalah.”
3. Melindungi Terlalu Berlebihan
Melindungi anak dari setiap kegagalan dan kekecewaan dapat menghambat mereka belajar mengatasi tantangan.
Anak yang tidak diberi ruang untuk gagal akan tumbuh dengan rasa takut mencoba hal baru.
Baca Juga: Keterbatasan Infrastruktur hingga Kualitas Menu Jadi Kendala Program MBG
Solusi: Berikan kesempatan pada anak untuk menyelesaikan masalah kecil sendiri. Mulai dari hal sederhana, seperti membereskan tas sekolah atau menghadapi konflik ringan dengan teman.
4. Tidak Menghargai Usaha dan Prestasi
Mengabaikan pencapaian anak, baik besar maupun kecil, bisa membuat mereka merasa tak dihargai.
Akibatnya, mereka mungkin berhenti berusaha karena merasa usahanya sia-sia.
Solusi: Rayakan setiap pencapaian mereka. Ucapan sederhana seperti “Saya bangga kamu sudah mencoba” dapat memberikan dorongan besar bagi rasa percaya diri mereka.
5. Memberikan Label Negatif
Menyebut anak dengan sebutan seperti "malas,” "pemalu,” atau “canggung” dapat membentuk citra diri yang negatif dan sulit dihilangkan.
Lama-kelamaan, mereka akan percaya bahwa label tersebut mendefinisikan siapa mereka.
Solusi: Fokus pada perilaku, bukan karakter. Daripada mengatakan, “Kamu malas,” cobalah, “Ayo kita coba untuk lebih aktif menyelesaikan tugas-tugasmu.”
Setiap anak memiliki potensi besar yang bisa berkembang dengan dukungan yang penuh kasih dan pendekatan yang tepat.
Baca Juga: Patrick Kluivert Resmi Diperkenalkan Sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Selamat Datang!
Hindari kebiasaan yang merusak, dan bantu mereka membangun kepercayaan diri yang kuat untuk masa depan yang cerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








