Dukung Perkembangan Bicara Anak: IDAI Tekankan Pentingnya Stimulasi dari Orang Tua
AKURAT.CO Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan peran krusial orang tua dalam memberikan stimulasi kepada anak guna mencegah keterlambatan bicara atau speech delay.
Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menjelaskan pentingnya interaksi langsung antara orang tua dan anak.
“Orang tua atau pengasuh perlu terlibat aktif, mengajak anak berbicara untuk melatih kemampuan bicara mereka,” ungkap Piprim, Rabu (16/10/2024).
Dia mendorong penerapan pola asah, asih, dan asuh sebagai fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk kemampuan bicara sesuai dengan usia mereka.
Baca Juga: Segera Tayang di Bioskop! Ini Sinopsis Bila Esok Ibu Tiada, Film Keluarga Siap Menguras Air Mata
Menurut Piprim, stimulasi berbicara harus dilakukan setiap hari dengan menggunakan kata-kata sederhana agar anak terbiasa mendengar dan belajar berbicara.
“Selain itu, kasih sayang dan pola asuh yang baik, termasuk nutrisi yang memadai, sangat diperlukan,” tambahnya.
Dia juga mengingatkan agar orang tua tidak memberikan akses berlebihan kepada gawai.
“Anak mungkin tampak tenang saat bermain gawai, tetapi hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan mereka serta ikatan emosional dengan orang tua,” tegasnya.
Dr. dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K), menyoroti fase 1000 hari pertama kehidupan sebagai momen penting untuk perkembangan otak.
Baca Juga: Pentingnya Peran Susu dalam Menurunkan Angka Stunting
Ia menjelaskan, selama periode ini, mencapai 25 persen dari total pertumbuhan otak terjadi, dan pada usia 0 hingga 2 tahun, angka tersebut meningkat hingga 80 persen.
Oleh karena itu, penerapan pola asah, asih, dan asuh secara tepat sangatlah penting.
“Selama fase ini, perkembangan sel-sel sensorik sangat optimal. Pengalaman berinteraksi akan membentuk cara anak berkomunikasi dengan lingkungan,” jelas Fitri. Dia menekankan pentingnya stimulasi bicara sejak dini melalui pengenalan, pemahaman, dan pengucapan.
Fitri juga mengingatkan, interaksi tanpa penggunaan media elektronik sangat dianjurkan. “Konsultasikan dengan ahli jika perkembangan anak tidak sesuai dengan umurnya,” imbuhnya.
Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, termasuk dalam kemampuan bicara mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









