Akurat

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11: Memahami Vlog tentang Perajin Mebel

Rizal Maulana B | 15 Oktober 2024, 18:35 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11: Memahami Vlog tentang Perajin Mebel

AKURAT.CO Kunci jawaban dan pembahasan soal Bahasa Indonesia kelas 11 SMA halaman 46 Kurikulum Merdeka berfokus pada analisis vlog.

Siswa diminta untuk terlebih dahulu menyaksikan sebuah vlog berjudul "Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi".

Diskusi kelompok mengenai vlog ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman siswa.

Menurut buku "Niat Beli Konsumen Berbasis Interaksi Parasosial" karya Putu Gita Amertadevi dan rekan-rekan (2023), vlog adalah catatan harian atau jurnal yang diunggah di internet dengan tujuan menghibur, memberikan informasi, serta sebagai media untuk berinteraksi sosial dan mendiskusikan topik tertentu. Materi mengenai vlog mulai diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Untuk mendalami lebih lanjut, berikut adalah soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 SMA halaman 46 Kurikulum Merdeka yang berkaitan dengan tayangan video tersebut.

Siswa diharapkan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan isi video "Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi".

Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi
Berdasarkan tayangan video “Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi”, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apakah produk yang kini digeluti perajin
pada vlog di atas?

Jawaban:Perajin dalam vlog tersebut menggeluti produk mainan edukasi anak yang terbuat dari kayu. Mainan tersebut dibuat khusus untuk sekolah Montessori.

2. Mengapa produk baru ini dipilih oleh perajin? Jelaskan keterkaitannya
dengan ciri teks berita kepentingan masyarakat.

Jawaban: Karena dampak dari pandemi menyebabkan penurunan pesanan mebel, yang berimbas pada menurunnya pendapatan perajin mebel. Namun, setelah perajin beralih memproduksi mainan anak dari kayu, pendapatan mereka kembali meningkat berkat lonjakan pesanan dari sekolah-sekolah, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri, seperti pesanan dari Singapura. Situasi ini memberikan dampak positif dengan meningkatnya penghasilan para perajin serta penyedia bahan baku kayu.

3. Di manakah tempat kerajinan ini diproduksi? Sebutkan salah satu
tujuan pengiriman produk tersebut. Jelaskan keterkaitannya dengan
ciri teks berita kedekatan lokasi.

Jawaban: Kerajinan mainan anak berbahan kayu ini diproduksi di Malang, Jawa Timur. Para perajin mengirim produk mainan anak berbahan kayu ke luar negeri, salah satunya Singapura. Kedekatan lokasi yang terletak di satu negara yang sama dengan penonton, yaitu Indonesia menyebabkan vlog ini menarik bagi penonton Indonesia.

4. Mengapa produk baru ini lebih menarik? Jelaskan keterkaitannya
dengan ekspresi emosional (human interest).

Jawaban: Produk ini menjadi lebih menarik karena merupakan inovasi terbaru. Diharapkan, dengan hadirnya mainan baru ini, siswa di Indonesia juga akan merasakan manfaat positifnya. Dalam vlog tersebut, terdapat gambar dan informasi yang menampilkan berbagai jenis permainan kayu yang dibuat oleh Yusuf Affandi.

5. Apakah yang diharapkan oleh pembuat vlog kepada kita saat memirsa
dan menyimak vlog tersebut?

Jawaban: Pembuat vlog berharap agar kegigihan, sikap pantang menyerah, dan sikap selalu berinovasi yang ia lakukan dapat menjadi inspirasi untuk para penonton. Pembuat vlog menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah sebuah halangan untuk terus maju.

Disclaimer:

Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak. Sebelum melihat kunci jawaban, siswa bisa menjawab sendiri, setelah itu Anda bisa menggunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa. (Salma Nuralifa Meida Hartanto)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.